​Mencintai Indonesia tanpa membenci Malaysia

Akhir-akhir ini kita seringkali mendapatkan berbagai pemberitaan dalam berbagai media yang terkesan membuly negara malasyia dengan modus menyudutkan para kontingen sea games dari Indonesia. Pemberitaan ini jelas membuat masyarakat indonesia marah besar. Masyarakat indonesia memang menggantungkan harapan besar terhadap para atlit sea games 2017 untuk bisa membawa Indonesia menjuarai sea games di Malaysia, bagaimana tidak, jika hal itu terjadi maka akan menjadi hadih bagi masyarakat Indonesia yang sedang merayakan hari kemerdekaannya. 
Ketegangan ini di bumbui dengan insiden bendera terbalik, pernyataan WO dari cabang takraw, kehabisan makan di hotel sampai ketinggalan mobil setelah latihan. Berbagai kejadian tersebut jelas mengundang kemarahan bagi masyarakat indonesia yang rasa nasionalismenya sedang memuncak di bulan agustus. Ditambah lagi dengan tayangan pertandingan sepakbola yang selalu berakhir ricuh, mulai dari pertandingan melawan Vietnam, Timor Leste, hingga Kamboja, di akhir pertandingan timnas Indonesia selalu ricuh. Kejadian tersebut menunjukan kurang siapnya Malaysia menggelar sea games 2017 atau bahkan bisa jadi itu adalah kelicikan negara Malaysia terhadap Indonesia. 

Secara historis memang kedua negara ini tidak pernah akur dalam hal kebijakan politik, tetapi jika ditinjau dari sudut yang lain, Secara geografis Malaysia masih satu rumpun dengan Indonesia sebagai rumpun melayu. Bahkan indonesia – Malaysia pernah bersatu saat kejayaan Majapahit. Perbedaan Indonesia Malaysia hanya terjadi pada saat penjajahan. Indonesia dijajah Belanda sedangkan malaysia dijajah oleh Inggris. Perbedaan ini yang kemudian membuat Indonesia dan Malaysia menjadi berbeda hari lahirnya, bendera negara, lagu kebangsaan dan pemerintahannya. 

Jika melihat kondisi seperti ini tentu kita sangat menyayangkan perilaku kelompok yang sangat rajin memprovokasi masyarakat Indonesia. Indonesia malaysia ini adalah negara bertetangga, bahkan bersaudara, saudara sesama negara mayoritas berpenduduk muslim dan bersaudara sesama rumpun melayu.

Saya mengapresiasi rasa nasionalisme masyarakat Indonesia yang sangat tinggi, namun kita harus ingat mencintai Indonesia bukan berarti kita harus membenci Malaysia. Indonesia – Malaysia harus bersatu sebagai kekuatan muslim Asia Tenggara, memang akan banyak pihak yang tidak merestui bersatunya Indonesia Malaysia. Tetapi kita jangan sampai terprovokasi oleh pemberitaan tentang kondisi para atlet Indonesia di Malaysia. 

Salam damai saudaraku di malaysia.
Jamaludin

Aktifis HMI Ciamis

Admin BIN

Tinggalkan Komentar