11 orang Terkonfirmasi Positif, Kasus Covid Dikota Banjar Capai 152 Kasus

11 orang Terkonfirmasi Positif, Kasus Covid Dikota Banjar Capai 152 Kasus

11 orang terkonfirmasi positif, kasus Covid dikota Banjar capai 152 kasus

BANJAR, buletinindonesianews.com – Trend kenaikan kasus covid hari ini melesat dengan total jumlah 152 kasus akibat sumbangsih angka 11 pasien terkonfirmasi positif hari Senin (23/11).

Data tersebut dirilis satgas penanganan covid-19 kota Banjar yang menguraikan rincian kasus terdiri dari 65 kasus positif aktif, 86 kasus sembuh dan 1 kasus meninggal dunia.

Dari 11 kasus baru hari ini, 6 diantaranya merupakan cluster santriwati pesantren sehingga total keseluruhan santriwati yang positif berjumlah 42 orang. Mereka adalah6 R (13), Z (15), I (13), L (15), D (14) dan N (22). Semuanya diisolasi dilingkungan pesantren dengan pengawasan ketat tim satgas penanganan covid dan Dinas Kesehatan kota Banjar.

Sementara 2 kasus berasal dari cluster OB Setda kota Banjar yaitu T (63) dan E (27) asal desa Raharja. 1 kasus lainnya berasal dari cluster pasar asal kelurahan Pataruman yaitu W (83) dan cluster keluarga O (67) asal desa Neglasari serta seorang pegawai Kejaksaan Negeri kota Banjar A (40) asal kelurahan Banjar domisili desa Sinartanjung.

Hal tersebut diuraikan Budi Hendrawan, Plt Kadinkes kota Banjar didampingi dr Agus Budiana selaku Kabid pencegahan dan penannggulangan penyakit di sekretariat satgas penanganan covid kota Banjar.

“kecuali O yang diisolasi di RSUD, semuanya diisolasi di RS Asih Husada guna menjalani perawatan medis,” katanya.

Kenaikan kasus covid menambah kewaspadaan satgas penanganan covid-19 khususnya dalam menyiapkan ruang isolasi yang saat ini sudah penuh.

Edi Herdianto, koorlap Satgas penanganan covid-19 kota Banjar

“kami akan menyiapkan Gelora Banjar Patroman sebagai ruang isolasi untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien covid dan tentunya hal tersebut juga harus diimbangi dengan penambahan SDM dari tim medisnya,” terang Edi Herdinto, selaku koorlap satgas penanganan covid kota Banjar.

Edi menegaskan semua pasien terkonfirmasi harus menjalani isolasi yang ditetapkan tim satgas penanganan covid. Adanya penolakan dari salah seorang pasien terkonfirmasi positif asal kelurahan Banjar yang enggan menjalani isolasi di RS Asih dan menggandeng sebuah LSM yang menghalangi petugas medis saat akan melakukan penjemputan isolasi menjadi preseden buruk apabila dibiarkan.

“atas sinergitas tim satgas dengan babinsa dan bhabimkamtibmas serta pihak kelurahan, akhirnya pasien bersedia dirujuk untuk disolasi. Kami berharap, kasus tersebut dapat menjadi perhatian kita bersama dimana kita harus terus berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid dengan massif melalui penanganan yang cepat agar pandemi ini segera berakhir,” bebernya.

Edi juga berharap, saat ini kegiatan yang dapat mengundang kerumunan orang banyak agar ditunda demi mencegah penyebaran yang semakin meluas.

“kita fokus dulu dengan pencegahan dan penanganan covid jadi sebaiknya kegiatan-kegiatan tersebut jangan dulu dilakukan ditengah lonjakan kasus covid,” pungkasnya.

(Susi)

Admin BIN