2 Karyawan Apotik Terpapar Virus, Apotik Langsung Ditutup

2 Karyawan Apotik Terpapar Virus, Apotik Langsung Ditutup

BINews

Banjar, – Penambahan 5 kasus terkonfirmasi positif covid-19 hari ini kembali dirilis juru bicara satgas penanganan covid-19 kota Banjar didomunasi berasal dari cluster keluarga.

Data peta resiko covid-19 menambahkan 5 kasus terkonfirmasi berasal dari kelurahan Muktisari kecamatan Langen dan Kelurahan Pataruman Kecamatan Pataruman, Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja, desa Balokang Kecamatan Banjar dan Kelurahan Mekarsari.

Ketiga kasus berasal dari cluster keluarga yang terpapar virus setelah dilakukan swab tes terhadap kontak erat dengan pasien terkonfirmasi dan dua kasus merupakan teman kerja pasien.

Apotek sementara di tutup

Identitas kelima pasien yaitu B (10) asal kelurahan Muktisari berjenis kelamin laki-laki, Ny.A (44) berasal dari kelurahan Pataruman, G (9) dari kelurahan Purwaharja, V (20) dari kelurahan Mekarsari dan A (25) dari desa Balokang kelurahan Banjar.

V dan A diketahui merupakan karyawan apotik KF yang terpapar oleh teman kerjanya S, cluster Lingkungan Pangadegan kelurahan Hegarsari kecamatan Pataruman. Kini, apotik ditutup sementara oleh tim satgas penanganan covud+19 kota Banjar demi memutus mata rantai penyebaran virus. Semuanya saat ini menjalani isolasi di RSUD dan RS Asih Husada kota Banjar.

Jubir satgas penanganan covid-19 dalam keterangan persnya mengatakan bahwa virus covid-19 kali ini bukan lagi bertransmisi migrasi melainkan sudah memasuki cluster keluarga.

“artinya masyarakat diharapkan meningkatkan kedisiplinannya dalam menerapkan 3M protokol kesehatan demi mencegah penularan virus,” urainya.

Hal senada dikatakan Budi Hendrawan, Plt kadis Kesehatan kota Banjar. Menurutnya, grafik resiko penyebaran sudah melesat kembali dengan dominasi angka penambahan dari cluater keluarga.

“kami berharap masyarakat untuk mematuhi apa yang dihimbau pemerintah dengan melaksanakan protokol kesehatan dan untuk libur panjang pekan ini lebih baik menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta dirumah saja. Begitu pula dengan warga yang sudah memiliki kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif agar menjalankan isolasi mandiri di rumah secara disiplin,” bebernya.

Dikatakannya, salah satu penyebaran yang paling dikhawatirkan berasal dari OTG sehingga isolasi mandiri perlu dilakukan agar mempersempit ruang penyebaran virus kepada orang yang imunitasnya lebih lemah.

Walikota Banjar Hj Ade Uu sukaesih didampingi kapolres Banjar AKBP Melda Yanny, S.IK,MH selasa (27/10) lalu menyempatkan diri turun langsung memberikan edukasi dan himbauan kepada salah satu kontak erat yang berlokasi di lingkungan Ciktim kelurahan Hergarsari.

Kedatangannya tersebut untuk memberikan himbauan kepada kontak erat yang diduga tidak disiplin menjalani isolasi mandiri dan beraktivitas di pasar kota Banjar.

“saya sudah intruksikan kelurahan untuk memenuhi kebutuhan kontak erat ini selama masa isolasi mandiri. Selain itu dibutuhkan kerjasama dengan pengurus lingkungan untuk mengawasi yang bersangkutan agar tidak beraktivitas diluar. Kapolres bahkan sudah menugaskan bhabinkamtibmas untuk ikut mengawasi rumahnya dengan melibatkan linmas,” tutupnya.

(Susi)

Admin BIN