oleh

2 Pelajarnya Tewas, Ahmad Yani: Pengawasan Orangtua Sangat Diperlukan

Buletin Indonesia News.com

Kabid Dikdas Disdik Kota Banjar, Ahmad Yani. (Foto : Istimewa)

BANJAR, Jawa Barat– Tragedi mengerikan yang mengakibatkan nyawa dua pelajar SMP asal Kota Banjar melayang selama Bulan Oktober lalu mendapat tanggapan serius dari Dinas Pendidikan Kota Banjar.

Kedua pelajar tersebut adalah T (13), siswa kelas dua SMP, warga Lingkungan Sumanding Kelurahan Mekarsari Kecamatan Banjar Kota Banjar yang tewas ditempat usai motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Kalipucang kabupaten Pangandaran pada Senin sore, (25/10/2021).

Sepekan berikutnya, nasib tragis juga menimpa MUS (13) yang diduga tenggelam saat bermain di antara hamparan batu karang pantai Karapyak Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran bersama adik sepupunya, Fajar (9) yang merupakan Warga Kecamatan Pataruman Kota Banjar, Minggu (31/10/2021).

Berdasarkan saksi mata yang sempat memberikan peringatan kepada kedua anak tersebut agar tidak bermain ke tengah, MUS dan Fajar tenggelam setelah air laut pasang saat keduanya tengah asik bermain diantara bebatuan karang sementara orang tuanya tengah menjalankan sholat Dzuhur.

Beruntung, Fajar berhasil diselamatkan oleh warga setempat sementara MUS sampai berita ini diturunkan masih dalam tahap pencarian tim SAR Kabupaten Pangandaran.

Menanggapi berbagai insiden berujung maut tersebut, Kabid pendidikan dasar Dinas Pendidikan Kota Banjar, Ahmad Yani, mengatakan bahwa pengawasan orang tua perlu ditingkatkan demi mencegah terjadinya lagi peristiwa nahas yang memakan korban pelajar asal Kota Banjar tersebut.

“Kembali lagi kepada bagaimana peranan orangtua mengawasi anak-anaknya, sebab bagaimanapun pondasi pendidikaan itu ada di keluarga, kalau sekolah atau pemerintah hanya faktor pendukung saja,” jabarnya kepada Buletin Indonesia News, Selasa (02/11/2021).

Ahmad Yani berharap tidak ada lagi anak yang menjadi korban akibat lemahnya pengawasan orangtua.

“Kami tentu sangat berduka atas kematian tragis para pelajar ini dan menjadi kabar duka yang mendalam bagi dunia pendidikan karena kami harus kehilangan para pelajar yang merupakan kader masa depan Bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ahmad Yani mengimbau agar keluarga terutama orangtua berperan dalam mengawasi anak-anaknya dan menjadi skala prioritas agar insiden yang tidak diharapkan tidak perlu terjadi.

“Termasuk insiden yang menimpa MUS di Pantai Karapyak, karena kebetulan saya juga ada di lokasi saat kejadian dan tahu persis bagaimana kedua korban tergulung ombak pada saat keluarganya sedang sholat Dzuhur,” tuturnya.

Diungkap IN, ibu dari Fajar, korban yang berhasil selamat kini sudah beraktivitas seperti biasa dan tidak menunjukan adanya trauma yang membutuhkan konseling pemulihan pasca trauma.

“Kebetulan saat kejadian saya tidak ikut, anak saya diajak pamannya piknik ke Karapyak juga saya tidak tahu karena sebelumnya mereka berencana piknik ke Mbah Suro,” jelasnya.

IN mengaku shock saat mendengar kabar tragedi yang menimpa anak dan keponakannya tersebut. “Tentunya kaget dan beruntung anak saya berhasil selamat, tapi sampai saat ini keponakan saya belum ditemukan,” pungkasnya. (Bayu)

News Feed