Bius Sopir Pakai Kecubung, Pelaku Bawa Kabur Mobil

Buletin Indonesia News,

Ciamis — Jajaran Satreskrim Polres Ciamis Ciduk tersangka pencurian dengan modus operandi bius korban dengan menggunakan bubuk biji bunga kecubung yang dicampurkan kedalam makanan korbannya.

Kapolres Ciamis AKBP Arif Rachman MTCP menjelaskan pihaknya telah berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh dua orang berinisial AA (26) asal pacet Kabupaten Bandung dan NK (26) asal Purwakarta dan mereka bukan merupakan pasangan tetapi pelaku yang berkelompok untuk melakukan pencurian dengan kekerasan ataupun modus yang mereka lakukan adalah mereka mengambil biji-biji kecubung yang dicampurkan kedalam makanan dengan kadar yang tinggi sehingga korban kehilangan kesadarannya.

Kekerasan tersebut bermula pada hari Sabtu 2 April 2016 dini hari di SPBU Cijeungjing yang berdasarkan dari laporan masyarakat yang menemukan korban sudah tergeletak tidak sadarkan diri. Menindaklanjuti laporan masyarakat kepolsek Cijeungjing Kapolsek beserta anggotanya kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),dan ditemukanlah ada seorang pria bernama Nurahmat (27) asal cempaka sari Kabupaten Purwakarta yang sudah tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RSUD Ciamis.

Dari hasil keterangan korban yang merupakan sopir rental yang diduga menjadi korban bius pelaku serta membawa kabur kendaraan mobil Daihatsu Xenia dengan Nomor polisi T 1591 AG warna putih yang sebelumnya telah disewa pelaku.

Dari keterangan korban tersebut Unit Reskrim Polsek Cijeungjing melakukan penyelidikan dan pengembangan sehingga didapatkan informasi keberadaan kendaraan tersebut berada diwilayah Kulon Progo kemudian bekerjasama dengan Polsek Cempaka sehingga pelaku beserta barangbukti berhasil diamankan minggu 03 april 2016.

Kapolres juga menerangkan bahwa para pelaku merupakan pencuri lintas daerah dan provinsi. Berdasarkan pengakuan pelaku, sudah ada tujuh tempat kejadian perkara

“Pelaku melakukan aksi pencurian dengan modus ini sudah tujuh kali, tetapi tempat kejadian terakhir di Cijeungjing ini yang bisa membuat keduanya tertangkap. Menurut keterangan, dari tersangka biasanya kendaraan hasil curian tersebut di jual kewilayah lumajang jawa timur dengan harga antara Rp15 juta sampai Rp45 juta”, ungkapnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 364 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara. (A.Arifin/Op**)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *