oleh

30 Orang Terjaring Razia Perokok di RSUD Banjar

-Banjar-113 views

Buletin Indonesia News

BANJAR,– RSUD Kota Banjar memperketat pengawasan pelanggaran merokok, bahkan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjar akan menegur dan bertindak dengan memberi sanksi bagi yang melanggar Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok di wilayah Pemerintahan Kota Banjar, Kamis (09/11/17).

Aparat Satpol PP Kota Banjar dan RSUD Kota Banjar melaksanakan penertiban Perda No 7 tentang Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan RSUD Kota Banjar, dan dengan terkait kebersihan. Sebanyak 30 anggota gabungan Satpol PP dan Satpam RSUD diterjunkan untuk memberi sanksi denda Rp. 50.000 hingga Rp.100.000 untuk setiap kali pelanggaran.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Banjar Asep Tarno menuturkan, sosialisasi penegakan Perda anti rokok di kawasan publik seperti rumah sakit harus terus digencarkan, agar masyarakat mengetahui keberadaan larangan tersebut.

“Ada sekitar 30 warga yang terkena sanksi Perda No 7 tentang Kawasan Tanpa Rokok, mereka Kami beri teguran keras, namun, jika mengulangi kembali Kita akan beri sanksi denda,” jelas Asep Tarno.

Lanjut Asep, Perda ini sudah disahkan pada 2013. Tidak ada alasan bagi masyarakat tidak tahu dengan larangan hukum ini, selain imbauan dan razia, sosialisasi lewat spanduk dan stiker telah terpasang di kawasan pelayanan publik dan tempat umum yang masuk Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Humas RSUD Kota Banjar Hj. Muntiati Sri Handani menjelaskan, zona KTR itu seperti kantor pemerintahan, sekolah dan fasilitas kesehatan seperti pukesmas dan rumah sakit. Kali ini RSUD meminta bantuan kepada Satpol PP untuk menertibkan para keluarga pasien yang merokok dan membuang sampah sembarangan.

“Bagi yang terjaring dan tertangkap merokok di kawasan KTR akan dikenakan denda Rp.50.000 atau penjara selama tiga hari,” pungkasnya.

Lanjutnya, kehadiran Satpol PP Kota Banjar di RSUD Banjar berharap bisa efektif menegur sekaligus memberi sanksi bagi para pelanggar Perda KRT. Sebab, ada saja pengunjung yang kadang-kadang merokok, kehadiran aparat Satpol PP tentu membuat kebiasaan masyarakat merokok di rumah sakit bisa dihilangkan.

Reporter : Dayu Septian

Komentar

News Feed