oleh

7 Hal Sepele yang Bisa Bikin Umur Kamu Pendek

Buletin Indonesia News.com

Ciamis, — Memiliki umur panjang menjadi salah satu impian hampir setiap manusia. Hal ini membuat banyak orang berupaya melakukan pola hidup sehat seperti dari olahraga dan konsumsi makanan sehat dan bergizi.

Upaya tersebut memang dapat membuat manusia menjadi lebih sehat. Ternyata, tidak hanya memperhatikan kedua hal tersebut. Ada ‘tugas’ lain yang harus dilakukan agar memiliki umur panjang yaitu dengan mengurangi beberapa kebiasaan sehari-hari.

Terdapat beberapa kebiasaan yang tanpa disadari dapat menjadi penyebab kematian di usia muda. Berikut 7 kebiasaan tersebut, dikutip dari Health Digest:

1. Terlalu Banyak Duduk
Menurut penelitian dari BMJ Open menunjukkan menonton TV kurang dari 2 jam sehari bisa menambah usia kehidupan 1,4 tahun. Kebiasaan ini memungkinkan seseorang terkena penyakit jantung hingga darah tinggi. Bagi masyarakat Indonesia, hal ini adalah hal yang mudah namun tidak ada salahnya untuk mengurangi kebiasaan ini.

2. Terlalu Banyak Atau Tidak Cukup Tidur
Sebuah penelitian menemukan mereka yang tidak mendapat jumlah waktu tidur setidaknya lima jam setiap malam akan meninggal lebih cepat dibandingkan orang yang tidur secara teratur dan mempunyai durasi tidur yang tepat.

Di sisi lain, terlalu banyak tidur juga bukan berarti menjalankan pola hidup yang sehat. Sebuah studi dari Harvard Medical School’s Healthy Sleep menyebut tidur lebih dari sembilan jam juga tidak bagus. Kebiasaan ini bisa menyebabkan risiko terkena diabetes hingga jantung koroner.

3. Banyak Konsumsi Daging Merah Atau Olahan
Mengonsumsi daging merah yang terlalu banyak juga bisa meningkatkan risiko kematian lebih cepat. Menurut Harvard Men’s Health Watch menyebut jika seseorang menambahkan satu porsi daging merah atau daging olahan dalam menu makanan harian, risiko kematian meningkat sekitar 13 persen.

Oleh karena itu, daging merah dapat digantikan dengan bentuk protein lain seperti daging ikan yang mengurangi tingkat kematian hingga 7 persen. Selain itu daging ayam juga menjadi alternatif lain karena mengurangi risiko kematian hingga 14 persen dan kacang-kacangan hingga 19 persen.

4. Anti Sosial
Menghabiskan banyak waktu di ruangan tidak sehat karena dapat mengganggu kesehatan. Dikutip dari Health Digest, menurut Badan Perlindungan Lingkungan, udara dalam ruangan sebenarnya lebih tercemar dari udara luar.

Hal tersebut terjadi karena kurangnya paparan sinar matahari yang dapat mengganggu siklus tidur hingga kemungkinan terkena virus jahat dalam ruangan.

5. Melakukan Peregangan Leher
Kebiasaan ini dilakukan ketika tubuh terutama di bagian kepala sudah lelah dan menjadi cara untuk mendapatkan relaksasi. Kebiasaan ini dapat merobek arteri di kepala dan menyebabkan pembekuan darah sehingga dapat menyebabkan stroke.

Hal ini bukan semata-mata penelitian, Science Alert melaporkan pada 2019 lalu ada seorang pria 28 tahun mengalami penonjolan leher dan stroke karena kebiasaannya melakukan peregangan leher.

6. Melewatkan Sarapan
Menurut American Heart Association menunjukkan orang yang melakukan sarapan pagi lebih sehat secara keseluruhan. Satu penelitian menemukan orang yang melewatkan sarapan memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi sebesar 50 persen dibandingkan mereka yang rutin sarapan.

Hal ini terjadi karena sarapan dapat membuat seseorang memiliki kolesterol yang lebih baik, kesehatan kardiovaskular yang lebih baik, dan tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan yang melewatkan sarapan.

7. Keseringan Memainkan Ponsel
Aktivitas ini mungkin dianggap aneh bagi sebagian orang untuk dikategorikan sebagai salah satu kebiasaan yang mempercepat kematian. Tanpa disadari, memainkan ponsel memiliki dampak buruk karena ketika bermain ponsel umumnya seseorang akan menunduk.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Physical Therapy Science pada 2016 lalu menunjukkan postur menunduk yang dilakukan ketika memainkan ponsel dapat menyebabkan gangguan paru.

Studi lain dari BMC Psychiatry menyebut. penggunaan ponsel dapat menyebabkan depresi dan cemas yang lebih tinggi serta menurunkan kualitas tidur.