oleh

Ada 72.224 KK di Majalengka Diajukan Sebagai Penerima Bantuan Set Top Box

Buletin Indonesia News.com

Majalengka, — Ada sebanyak 72.224 Kepala Keluarga (KK) Miskin di Kabupaten Majalengka yang bakal diproyeksikan mendapatkan bantuan alat Set Top Box (STB) TV digital.

Hal itu setelah data yang terkumpul tersebut telah diajukan ke Kemendagri dan Kementrian Kominfo RI oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), belum lama ini.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kab.Majalengka, Gatot Sulaeman mengatakan, saat ini Diskominfo hanya sebatas koordinasi dengan Perangkat Daerah terkait dalam proses pemberian STB kepada masyarakat.

Sesuai dengan Intruksi Kemendagri bhwa Data awal penerimaan STB adalah dari data P3KE dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang di validasi oleh DPMD melalui Desa.

“Untuk saat ini, kami (Diskominfo) hanya berkoordinasi saja dengan dinas terkait, karena di atasnya ada Kemenkominfo. Nah untuk pengajuan data akan diberikan ke Kemendagri dan Kementrian Kominfo itu sendiri,” ujar Gatot kepada Selasa .(8/11/2022).

Kusmiati selaku Sub Koordinasi Diskominfo Majalengka menambahkan, bahwa ada sekitar 72.224 KK miskin yang berhasil diverifikasi dan divalidasi oleh DPMD.

Nantinya jumlah tersebut diproyeksikan akan mendapatkan bantuan STB secara gratis.

Awalnya, data tersebut dihimpun dari Disdukcapil melalui data dari Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE).

Lalu, dilanjutkan oleh desa dalam hal ini DPMD dengan melakukan verifikasi dan validasi.

“Tapi kapan-kapannya kita masih menunggu nih, intinya yang mendapatkan STB gratis itu bagi masyarakat miskin yang telah terverifikasi dan tervalidasi oleh desa dan DPMD,” ucap Ade, sapaan akrabnya.

Namun, ia memastikan sudah ada sekitar 400 KK miskin yang mendapatkan bantuan STB gratis tersebut.

Hal itu dilakukan saat peluncuran sekaligus sosialisasi perubahan siaran TV analog ke suaran TV digital pada awal tahun ini oleh Transmedia Group.

“Jadi waktu itu sudah ada 400 STB yang dibagikan, nah sampai saat ini baru itu, sekarang masih menunggu dari pusat,” jelas dia.

Untuk ketersediaan siaran TV analog sendiri, Ade menambahkan, bahwa sampai saat ini masyarakat Majalengka masih bisa menyaksikannya. Namun hanya saja, ada beberapa program siaran yang telah dihilangkan atau kondisi gambarnya tak sebagus dulu dan ada pengurangan channel.

“Tapi masyarakat secara keseluruhan masih bisa kok menyaksikan siaran TV analog,” katanya.

“Dalam kesempatan ini kami mengajak kepada seluruh Masyarakat Kab.Majalengka untuk tetap bersiap-siap menyambut dan mendukung peralihan siaran TV analog ke siaran TV Digital,” pungkas Kusmiati.