oleh

Ada Mahasiswa Ditolak KKN, Panitia : “Itu Hal Yang Wajar”

Foto : Mahasiswa KKN Unigal Saat Bersama “Buletin Peduli dan FMPP” Gelar Bakti Sosial Di Sindangrasa

Buletinindonesianews.com
CIAMIS, Jabar —
Menanggapi keluhan Mahasiswa Universitas Galuh yang merasa didiskriminasi karena ditolak sebagai peserta KKN di Kelurahan Sindangrasa – Ciamis, ketua panitia pelaksana KKN Universitas Galuh, Agus Nurulsyam Suparman, S.IP., M.Si mengatakan tidak ada masalah.

Agus mengatakan, ada Desa menerima tapi mahasiswanya tidak mau (KKN_red) ditempat tinggalnya. “Menyampaikan ke Panitia ditolak, ketika dikonfirmasi ke Desa, Mahasiswanya tidak datang ke Desa, ketika ditelusuri Mahasiswanya tidak mau melaksanakan KKN ditempat domisilinya.
Dasarnya adalah KKN Mandiri, diarahkn ke Mahasiswa melaksanakan di Wilayah sesuai domisili dengan alasan sebagai bukti kepedulian mahasiswa di Daerahnya sendiri untuk membantu pemerintah Desa atau kelurahan dalam menggali potensi pada suasana pandemi Covid-19.

Berita Terkait : DITOLAK KKN, MAHASISWA MERASA DI DIKRIMINASI

“Panitia Fleksibel,  kalau memang tidak diterima di Desa atau Kelurahan atas alasan tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan,  Mahasiswa peserta KKN diberikan luang utk secepatnya beralih ke instansi atau Desa/kelurahan terdekat dan memperlihatkan bukti penerimaan dari Desa/kelurahan tersebut. Kalau hanya 1 (satu) atau beberapa orang dari jumlah 1.118 orang peserta yg komplain itu hal yg wajar” tambahnya.

Agus Nurulsyam menegaskan, terkait dengan penolakan dari instansi itu merupakan kewenangan dari Pemkab Ciamis bukan kewenangan BEM Universitas Galuh karena BEM tidak kewenangan dalam hal ijin menerima atau menolak. “Urusan setiap kegiatan mesti ada saja tantangan yg harus dihadapi”, paparnya. (**Agus Firman).

News Feed