oleh

Aktivitas Gunung Raung Menular Ke Gunung Ijen


Buletin Indonesia News.com

SURABAYA, Jatim — Laporan mengenai Gunung Ijen yang berada di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso Jawa Timur mengalami peningkatan aktivitas lama usai erupsi Gunung Raung. Berdasakan dalam data BPBD Bondowoso, peningkatan aktivitas di Gunung Ijen ini terjadi pukul 00.00 WIB. Secara visual gunung tampak jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, tingginya 200 meter di atas puncak kawah.

Bukan itu saja Gunung Ijen juga mengalami gampa hembusan sebanyak tiga kali dengan amplitudo 2-3 mm, berdurasi 11-19 detik, kemudian gempa vulkanik dangkal juga berdurasi 6-9 detik dengan tiga kali amplitudo 2-4 mm.

Menurut Dadan Kurniawan selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso mengatakan, gempa tektonik jauh enam kali dengan amplitudo 3 – 46 mm berdurasi 63 – 523 detik.

“Serta gempa tektonik jauh enam kali dengan amplitudo 3 – 46 mm berdurasi 63 – 523 detik,” ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kamis (28/7/2022).

Gunung Ijen juga terekam mikrotremor dengan amplitudo 0.5-3 mm, dominan 2 mm. Meski begitu, BPBD memastikan berdasarkan rekomendasi KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Ijen bahwa saat ini berstatus level 1.

“Koordinasi dan komunikasi dengan pos pengamatan Gunung Ijen, masih aman,” kata Dadan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso menyebut situasi masih cenderung aman. Meskipun aman, masyarakat harus tetap waspada dan masyarakat di sekitar Gunung Ijen, pengunjung, wisatawan dan penambang diminta agar tidak mendekati bibir kawah maupun turun dan mendekati dasar kawah yang ada di puncak gunung. Masyarakat juga tidak boleh menginap dalam kawasan Gunung Ijen dalam radius 500 meter dari kawah.

“Waspadai potensi keluarnya gas berbahaya dari danau kawah. Waspadai potensi longsor pada dinding kawah. Tetap siap siaga,” imbuhnya.