oleh

Anak Kandung Tega Aniaya Bapanya Sendiri Hingga Meninggal Dunia, Polisi Amankan Pelaku

Buletin Indonesia News.com

Majalengka, — Seorang Anak Kandung berinisial UU (45) yang merupakan warga Desa Cicalung Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka diamankan Satreskrim Polres Majalengka, usai melakukan aksi penganiayaan terhadap Ayah Kandungnya Sendiri.

Disampaikan dalam Konfrensi Pers, kamis 17/11/2022. Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi didampingi Kasat Reskrim AKP Febry H Samosir, Kasi Propam AKP Sarjiyo, Kanit Pidum Sat Reskrim Ipda Piki,Ka SPKT Polres Majalengka Ipda Asep Saepudin dan Pawas AKP H.Yayat dan Kasubsi PIDM Sie Humas Polres Majalengka Ipda Mardiono.

“Aksi penganiayaan tersebut dilakukan UU (45) terhadap Ayah Kandungnya OS (75) terjadi di Sawah Cijambu Dusun Kertaraharja Desa Cicalung Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka pada Rabu 16 November 2022 Pukul 11.00 WIB,” ujarnya.

Setelah adanya laporan dari warga, Polres Majalengka menerjunkan Personil dari Polsek Maja dan Polsek Sukahaji dan di TKP berhasil amankan Pelaku juga  mengevakuasi korban  dibawa ke Rumah Sakit namun sesaat korban di Rumah sakit Korban dinyatakan Meninggal Dunia.

“UU (45) melakukan penganiayaan terhadap ayah kandungnya sendiri dari rangkaian pemeriksaan penyidik, Pelaku UU cekcok dengan ayahnya terkait dengan sewa lahan garapan ataupun bagi hasil warisan namun pelaku tidak puas,kecewa dengan jawaban orang tuanya pelaku langsung melakukan serangkaian penganiayaan terhadap ayahnya,” ungkap Kapolres.

Pelaku UU melakukan penganiayaan terhadap ayah kandungnya dengancara memukul dengan garpu ke arah dada namun di tangkis oleh korban selanjutnya  UU melakukan penganiayaan menggunakan Senapan angin dengan menembakan ke arah kening korban sebelah kiri Serta mengambil cangkul dan menyabetkan cangkul tersebut kebagian belakang kepala korban sehingga korban mengalami luka robek dibagian kepala.

Selanjutnya, hasil Informasi dari warga sekitar dan saksi saksi yang merupakan keluarga korban menyampaikan bahwa pelaku UU (45) dalam kondisi gangguan Mental ataupun tekanan Psikis, namun kami akan tetap melakukan rangkaian penyidikan dan akan segera dimintakan dari ahli terkait, kebenaran kondisi Pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidaknya. Tegas AKBP Edwin Affandi.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 351 Ayat (1), Ayat (3) KUHPidana, dihukum penjara selama-lamanya 7 (tujuh) tahun. Dan atau Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951, hukuman penjara selama-lamanya 12 (dua belas) tahun, pungkas Kapolres.