oleh

Aparat Sudah Melakukan Pendekatan Persuasif, PWBP dan Pertamina Diminta Akhiri Sengketa Di Pengadilan

(Foto : Ilustrasi_net)

Buletinindonesianews.com
CIAMIS, Jabar —
Menyikapi tuntutan warga yang mengatasnamakan Paguyuban Warga Berdampak Pertamina (PWBP) dalam pemasangan Pipa BBM yang melewati Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kapolsek Lakbok, Iptu. Agus Hartadin menegaskan bahwa aparat sudah melakukan pendekatan-pendekatan persuasif kepada ke dua belah pihak baik itu Paguyuban (PWBP) dan Pihak Pertamina.

Dijelaskan Kapolsek, karena kedua belah pihak berdalih dengan pembenaran masing-masing sesuai data mereka (PWBP dan Pertamina_red) maka kami sudah menyarankan agar persoalan ini ditempuh dengan jalur hukum melalui keputusan Pengadilan. “Kita sudah melakukan pendekatan persuasif, tetapi karena keduanya bertahan dengan data mereka masing-masing maka kita arahkan untuk menempuh jalur hukum di Pengadilan agar tidak mengganggu kondusifitas dan kenyamanan masyarakat. Saya sudah melaporkan perkembangan situasi ini ke Mapolres Ciamis agar perseteruan PWBP dan Pertamina di Desa Cinta Ratu selesai di Pengadilan agar tidak terjadi konflik horizontal ditengah Masyarakat” papar Kapolsek kepada Buletin, Sabtu (21/08/21).

Sementara itu, Kepala Desa Cinta Ratu, Ahmad Musadad saat dihubungi menegaskan agar warganya tetap tenang dan tidak terprovokasi terkait pemasangan Pipa BBM yang melewati Desa Cintaratu. Dia menghimbau agar warga tetap menjaga kondusifitas. “Kalau ada tuntuntan silahkan tempuh jalur hukum  karena ini adalah negara hukum” tegas Kades. Dia juga mendorong agar aparat kepolisian melakukan tindakan hukum apabila ada provokator yang berpotensi menggangu Kamtibmas di Wilayahnya. “Kami dari pemerintah desa bukan sekali dua kali melakukan pertemuan untuk mengakhiri sengketa ini, karena ke dua belah pihak yang bersengketa bertahan dengan data mereka masing-masing maka silahkan tempuh jalur hukum di Pengadilan” tegasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun redaksi, Pemasangan pipa BBM dari Cilacap-Tasikamalaya melewati Ciamis ini hanya bermasalah di jaringan Desa Cinta Ratu sepanjang 5 kilometer, dan hingga saat ini sudah selesai sekitar 3,5 kilo meter. Namun, dalam tahapan pemasangan jaringan pipa BBM yang melewati desa Cinta Ratu ini tiba-tiba muncul tuntutan warga yang mengatasnamakan Paguyuban Warga Berdampak Pertamina (PWBP).
Jaringan pipa BBM ini sudah ada sejak tahun 1986 dengan status HGB (Hak Guna Bangunan) kemudian sudah diperpanjang HGB tersebut sejak tahun 2017 sampai tahun 2036.

Sampai berita ini diturunkan, Tim Redaksi masih terus melakukan penelusuran. (Agus Firman)

Komentar

News Feed