Bank Mandiri Persulit Nasabah? FMPP dan Elemen Masyarakat Ciamis Lainnya Akan Gelar Aksi

Bank Mandiri Persulit Nasabah? FMPP dan Elemen Masyarakat Ciamis Lainnya Akan Gelar Aksi

Keterangan : Kantor Bank Mandiri KCP Ciamis

www.buletinindonesianews.com
CIAMIS, — Adanya Nasabah Bank Mandiri Ciamis yang merasa dipersulit saat mengambil uang tabungan yang dikuasakan kepada anak kandungnya mengundang perhatian Forum Mahasiswa dan Pemuda Pasundan (FMPP) Kabupaten Ciamis.

Ketua DPP FMPP, Yuda Pratama mengatakan permasalahan ini akan segera disikapi demi membantu Nasabah yang saat ini kondisinya sedang kritis dan butuh perawatan serius sehingga membutuhkan uang untuk biaya perawatan termasuk kebutuhan lainnya.

“Segera! kami akan menggelar aksi di Bank Mandiri. Itu kan uang nasabah, kok tega-teganya dipersulit. Persyaratan sudah dipenuhi sesuai permintaan bank, tapi setelah dipenuhi kok malah muncul persyaratan lainnya sampai harus mengadakan surat Pengampu dari Pengadilan. Jelas ini menghianati hak-hak Nasabah yang sudah menaruh kepercayaannya kepada Bank Mandiri, dan ini bisa berdampak hilangnya kepercayaan Warga Ciamis kepada Bank Mandiri, artinya takut untuk menyimpan uang di Bank tersebut” ujar Yuda.

Dia menambahkan, Pengampuan diatur dalam buku 1 KUHP Perdata. Menurut pasal 433 KUHP Persata, syarat-syarat seseorang berada dibawah pengampuan adalah sebagai berikut:
“Setiap orang dewasa, yang selalu berada dalam keadaan dungu, gila atau mata gelap, harus ditempatkan di bawah pengampuan, sekalipun ia kadang-kadang cakap menggunakan pikirannya. Seorang dewasa boleh juga ditempatkan di bawah pengampuan karena keborosan.

“Kalau memang ada kaitannya dengan aturan atau SOP di Bank Mandiri, kita akan pertanyakan SOP tersebut. Kan ada surat kuasa, KTP, akte, surat nikah, kartu keluarga dan berkas lainnya. Penerima kuasa untuk mengambil uang tabungan jelas berkekuatan hukum” tambah Yuda.

Menurut Yuda, sikap mereka ini sebagai bentuk kepedulian kepada Masyarakat Ciamis apalagi di tengah Pandemi Covid-19.

“Itu kan haknya yang mau diambil melalui penerima kuasa karena kondisi kesehatan Nasabah yang sedang sakit. Jangan cuma bisa mengolah uang Nasabah doang dong, kembalikan haknya saat dibutuhkan” ujar Yuda.

Yuda menegaskan, FMPP Kabupaten Ciamis akan menidaklanjuti perlakuan Bank Mandiri Ciamis terhadap nasabah ini. “Kita akan tindaklanjuti ini, biar sampai ke Kementerian Keuangan, Bank Indonesia termasuk OJK. Kalau berdalih SOP harus ada surat Pengampu dari Pengadilan, tapi kok memberikan peluang untuk pencairan maksimal 5 Juta Rupiah. Kan itu hak Nasabah mau mengambil berapapun. Kami juga akan mempertanyakan atas dasar apa Bank Mandiri KCP Ciamis memblokir tabungan Nasabah. Itu bisa melanggar hukum. Jangan sampai, uang Nasabah bank Mandiri ini digelapkan.” ucapnya kepada Wartawan, Sabtu (17 Juli 2021).

“Saya akan menghimbau dan mengajak kepada seluruh anggota FMPP Kabupaten Ciamis beserta elemen Masyarakat Ciamis lainnya untuk menggelar AKSI SOLIDARITAS serta mendampingi Sdr. Kiki dalam memperjuangkan hak Bundanya di Bank Mandiri KCP Ciamis yang saat ini betul-betul sedang membutuhkan biaya pengobatan demi memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Bank Mandiri Cabang Ciamis harus bertanggung jawab atas sikap dan kebijakannya yang tidak mempunyai rasa kemanusian dan keadilan kepada nasabah nya sendiri, karena telah melecehkan nilai- nilai PANCASILA sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara” tegas Yuda.

Untuk diketahui, Nasabah Bank Mandiri Ciamis bernama Jamik Naslikah (48) warga Dusun Karang Tengah RT. 04 RW 17 Desa Imbanagara Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis-Jawa Barat sudah terbaring tak berdaya di rumahnya karena menderita penyakit yang cukup parah, dan untuk membantu pengobatan dan perawatan serta kebutuhan lainnya, ibu Jamik hanya bisa mengandalkan uang tabungannya yang selama ini disimpan di Bank Mandiri. Tapi sayang, Surat Kuasa dan surat-surat yang diberikan kepada anak kandungnya, Kiki Risdianto (25) untuk mengambil uang tidak bisa dilayani. Bank Mandiri kembali berdalih harus ada Surat Pengampu dari Pengadilan. **(Agus Firman).

Baca Berita Sebelumnya…

Admin BIN