Banyak Penerima Bantuan UMKM Padahal Tidak Mendaftar, penjelasan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Banjar

Banyak Penerima Bantuan UMKM Padahal Tidak Mendaftar,  penjelasan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Banjar

BINews

Banjar, – Membludaknya pengajuan bantuan penguatan ekonomi nasional (PEN) yang dikucurkan sebesar 2,4 juta rupiah bagi pelaku UMKM rupanya menimbulkan beragam reaksi dimasyarakat.

Program PEN sendiri disiapkan pemerintah sebagai solusi bagi para pelaku UMKM untuk memberikan perlindungan,pertahanan dan peningkatan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya ditengah pandemi covid-19.

Carut marut perekonomian masyarakat yang terdampak pandemi rupanya mengakibatkan banyaknya angka rawan miskin baru yang diatasi pemerintah dengan berbagai pintu bantuan bagi masyarakat terdampak maupun pelaku UMKM terdampak. PEN diberikan kepada pelaku UMKM yang terdata sebagai warga negara Indonesia dan memiliki nomor induk kependudukan, memiliki usaha mikro dan tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR.

Program bantuan PEN tahap kedua yang akan ditutup 29 oktober mendatang rupanya menumbuhkan banyaknya pelaku UMKM dadakan yang mengajukan IUMK sebagai salah satu syarat pengajuan bantuan.

Tatang Nugraha kabid KUMKM dinas KUMKMP kota Banjar

Memang, seusai PEN tahap awal digelar, diduga banyak menimbulkan kecemburuan antara warga yang mengajukan tapi tidak lolos verifikasi dengan warga penerima manfaat yang padahal tidak mengajukan bantuan sebelumnya. Sehingga bantuan tersebut dianggap seperti lotre yang bisa dimenangkan oleh siapapun dan membuat banyak warga mendadap mengajukan IUMK demi memperoleh bantuan.

Atas fenomena tersebut, kabid koperasi dan UMKM pada dinas KUMKMP, Tatang Nugraha mengatakan bahwa program bantuan PEN merupakan kewenangan pusat yang menentukan lolos tidaknya verifikasi pengajuan.

“adapun kasus dimana banyak penerima bantuan yang tidak mendaftar tapi ternyata memperoleh bantuan PEN, kami akan jelaskan bahwa kemungkinan warga tersebut sudah terdaftar di dinas sebagai pelaku UMKM yang kami ajukan kepusat pada tahap awal. Jadi, walau tidak mendaftarkan secara perorangan, karena datanya sudah ada di dinas maka langsung kami ajukan ke pusat untuk diverifikasi,” bebernya.

Dijelaskannya, ada 5 intansi yang dapat mengajukan pengajuan PEN ke pusat yaitu dinas KUMKMP, koperasi, pegadaian, BRI dan PNM.

“saat ini, sudah sekitar 23 ribu warga yang mengajukan dari 10.044 data pelaku UMKM binaan yang ada dikota Banjar. Data tersebut masuk ke dinas kemudian diserahkan ke provinsi untuk ditindaklanjuti ke pusat. Nantinya, akan ada sms konfirmasi dari pihak Bank kepada penerima bantuan yang terverifikasi dari pusat,” pungkasnya.

(Susi)

Admin BIN