Batal Datang, Gubernur Jabar Resmikan UPTD RSUD Asih Husada Secara Virtual

Batal Datang, Gubernur Jabar Resmikan UPTD RSUD Asih Husada Secara Virtual

Batal datang, Gubernur Jabar resmikan UPTD RSUD Asih Husada secara Virtual

Banjar, buletinindonesianews.com – Peresmian UPTD RSUD Asih Husada yang menelan anggaran 70 Milyar rupiah, rencananya akan diresmikan langsung oleh Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat. Namun, karena batal datang akhirnya digelar secara virtual pada Selasa siang (23/2) di halaman rumah sakit yang terletak dikelurahan Muktisari kecamatan Langensari kota Banjar.

Hal tersebut dikarenakan orang nomor satu di Jawa Barat ini batal hadir karena jadwal kunjungan Presiden Jokowi yang akan meninjau lokasi bencana banjir di Bekasi.

Kendati di gelar secara virtual, Gubernur secara resmi membuka UPTD RSUD Asih Husada agar dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai layanan kesehatan bagi masyarakat.

Peresmian UPTD RSUD Asih Husada yang menelan anggaran 70 Milyar rencananya akan diresmikan oleh Ridwan Kamil, Gubernur Jawa

Peresmian rumah sakit type D yang juga dihadiri wakil walikota Banjar, H Nana Suryana, sejumlah petinggi OPD dan Forkopimda ini menerapkan protokol kesehatan akhirnya diresmikan sekitar pukul 14.30 WIB oleh Gubernur Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Ridwan menyampaikan bahwa dalam laju perkembangannya, kota Banjar merupakan salah satu pemerintah kota yang dianggapnya berhasil.

“saya sering mengatakan ke daerah lain bahwa kota Banjar merupakan pemekaran wilayah terbaik di Jawa Barat yang patut dicontoh,” urainya.

Keberhasilan kota Banjar dalam menjalankan roda pemerintahannya dibuktikan salah satunya dengan keberadaan UPTD RSUD Asih Husada yang diharapkan dapat lebih memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.

“saat ini, kota Banjar menjadi satu dari lima daerah di Jawa Barat yang level kewaspadaannya berada pada status zona kuning,” ungkapnya.

Dengan demikian, diharapkan Ridwan, pemerintah kota Banjar semakin gencar dalam menurunkan angka resiko penyebaran virus.

Menanggapi hal tersebut, walikota Banjar, Hj Ade Uu Sukaesih, dengan antusias berencana akan mendiskusikan kembali rencana pembelajaran tatap muka dengan dinas pendidikan.

“akan kami agendakan secepatnya untuk kemungkinan dibukanya kembali PTM di daerah pinggiran yang statusnya zona hijau,” katanya.

Saat ini, lanjut walikota, terkait sumber daya manusia berdasarkan hasil analisis beban kerja, rumah sakit yang berdiri di lahan seluas 1,6 Hektar ini masih membutuhkan sekitar 216 pegawai lagi dari 43 pegawai yang sudah tersedia saat ini.

“untuk tahap awal, saat ini kami baru buka pelayanan klinik penyakit dalam dan anak terlebih dahulu dan selanjutkan akan disesuaikan kembali,” pungkasnya.

( Susi)

Admin BIN