oleh

Bawaslu Sebut Aplikasi SIPOL Tidak Dapat Mendeteksi Data Ganda

Buletin Indonesia News.com
JAKARTA,–
Aplikasi Sipol (Sistem Informasi Partai Politik) yang digunakan KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebagai persyaratan Parpol (Partai Politik) untuk menjadi peserta pemilu tidak dapat mendeteksi data ganda.

Hal tersebut disampaikan Rahmat Bagja sebagai Ketua Bawaslu ( Badan Pengawas Pemilu) pada Senin (22/08/2022).

“Sipol tidak mendeteksi kegandaan (data), misalnya ada orang terdaftar di lima parpol di satu NIK, nah itu tidak bisa dideteksi, tuturnya.

Menurutnya masalah sistem tersebut harus segera dipertanyakan kepada KPU, agar dapat dipertanggung jawabkan.

“Ya nggak tau (penyebabnya), coba tanya KPU kan yang buat sistem KPU, karena di kami itu, kami kan hanya dikasih waktu 15 menit dan nggak boleh kemudian melototin layar itu,” tambahnya.

Mendengar kabar tersebut Idham Holik sebagai Ketua Divisi Bidang Teknis KPU menjelaskan bahwa saat ini KPU tingkat Kabupaten/Kota tengah menindaklanjuti data ganda tersebut

“KPU telah menurunkan data ganda yang akan ditindaklanjuti oleh KPU Kabupaten/Kota. Iya kan sesuai PKPU kami di lampiran satu, PKPU 4 tahun 2022 lampiran satu maupun pada KPU RI Nomor 260 tahun 2022,” jelas Idham, Selasa (23/08/2022).