Belasan Jam Ibu Hamil Meratapi Nasib Dengan Kondisi Bayi Meninggal Dalam Kandungan di RSUD Ciamis

Belasan Jam Ibu Hamil Meratapi Nasib Dengan Kondisi Bayi Meninggal Dalam Kandungan di RSUD Ciamis

Buletin Indonesia News
CIAMIS,–
Pasien Ibu Hamil di RSUD Ciamis belum mendapatkan tindakan medis seperti operasi pasca Bayi dalam kandungannya dinyatakan meninggal, pada Selasa 23 Juni 2020 sekitar pukul 11.00 WIB (siang).
Informasi yang dihimpun dari Nana (28) yang merupakan Suami dari Pasien bernama Erni (32) warga Dusun Pangrumasan RT. 12 RW. 12 Desa Cileungsir Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mengatakan bahwa hingga Rabu (24/06/20) sekitar pukul 23.30 WIB (tengah malam), istrinya hanya bisa pasrah dengan menahan rasa sakit di ruang persalinan RSUD Ciamis, sementara kondisi bayi dalam kandungannya dinyatakan sudah meninggal. Tak hanya itu, petugas medis juga sedang tidak ada sehingga bingung harus mengadu kemana apabila sewaktu waktu ada hal-hal yang tidak diinginkan.

Keterangan : Foto Situasi Tanpa Petugas Medis Di Ruang Persalinan Pukul 23.30 WIB (23/06/20)

Nana menjelaskan, sebelum dirujuk ke RSUD Ciamis, awalnya sudah dibawa ke Bidan Desa, kemudian oleh Bidan Desa merujuk ke Puskesmas Rancah untuk dilakukan tindakan USG. Setelah di USG, pihak Puskesmas kemudian merujuk ke RSUD Ciamis dengan alasan bahwa air ketuban pasien (Erni_Red) tinggal sedikit.

“Kami sampai RSUD Ciamis sekitar pukul 10.00 Wib terus di USG lagi. Hasil USGnya mendeteksi masih ada detak jantung bayi tapi beberapa saat kemudian di USG lagi tapi hasilnya dinyatakan bahwa detak jantung bayi kami tidak terdeteksi terus kemudian dinyatakan meninggal dunia” papar Nana.

Nana mengatakan, Bayi pertama mereka ini dinyatakan meninggal pada pembukaan ke dua proses persalinan, namun pihak rumah sakit belum ada tindakan selanjutnya seperti operasi sesar untuk mengangkat jenazah bayi tersebut dalam kandungan. “Pihak rumah sakit justru menunggu sampai pembukaan ke 10 baru melakukan tindakan” ujar Nana.

Saat dikonfirmasi, Direktur RSUD Ciamis dr. Rizali mengatakan hal itu tidak apa-apa dan bisa menunggu pembukaan lengkap sampai bayi yang sudah meninggal tersebut lahir normal, kecuali dalam kondisi darurat baru dilakukan tindakan medis lainnya.

Berita Terkait :

“Menurut yang dns d VK, Ibu pasien baru kemarin sore dg keadaan bayi IUFD sudah dilaporkan ke dokter SPOG, observasi sampai nanti jam 11 – 12, kalo tdk lahir spontan akan dilakukan tindakan SC (sesar)” ujar Direktur RSUD Ciamis via Whatsapp, Rabu pagi (24/06/20).

Setelah dilakukan konfirmasi lagi, Nana suami dari Pasien mengatakan istrinya sudah dilakukan tindakan SC sekitar jam 12 siang. Nana mengaku bahwa sebelum diberikan tindakan operasi (sesar), dirinya khawatir dengan kondisi istrinya yang sudah belasan jam menahan rasa sakit akibat bayi pertama mereka yang sudah meninggal, masih dalam kandungan dan harus menunggu sampai pembukaan ke 10 agar lahir dengan normal.

(Laporan : Agus Firman)

Admin BIN

%d blogger menyukai ini: