oleh

Berikut Beberapa Kesenian Khas Ciamis yang Ciamik

Buletin Indonesia News.com

CIAMIS, Jabar — Ciamis tidak hanya lekat dengan keberadaan Kerajaan Galuh, tetapi juga terkenal dengan ragam kesenian yang begitu manis.

Apa saja kesenian dari daerah ini? Berikut beberapa kesenian khas Ciamis:

1.Ronggeng Gunung

Ronggeng gunung merupakan seni tari yang berasal dari Ciamis. Tarian ini biasanya ditunjukkan oleh 5 orang perempuan dengan satu penari utama sebagai satu-satunya yang mengenakan selendang.

Tarian ini diiringi pengibing, yakni penabuh laki-laki yang menggunakan sarung, dilengkapi dengan sinden. Pengiring tarian ini berupa irama bonang, gong, serta tabuhan kendang. Ada satularangan dalam mementaskan tari ini yakni antara penari dan pengibing tidak diperkenankan menjalin kontak langsung. Baik penari maupun pengibing dituntut memiliki fisik kuat sebab pertunjukan dapat berlangsung berjam-jam.

Kesenian ini dikisahkan sebagai bentuk penyamaran Dewi Siti Samboja, dari Keraton Galuh Pakuan Padjadjaran, dalam misi balas dendam atas kematian Raden Anggalarang, kekasihnya yang tewas oleh perampok pimpinan Kalasamudra ketika hendak menuju Pananjung, Pangandaran.

Kesenian ini kemudian diperkuat dengan adanya bukti arkeologi berupa reruntuhan candi, pada tahun 1977. Candi di kampung Sukawening itu disebut sebagai Candi Pamarican oleh para arkeologi, tetapi masyarakat menyebutnya Candi Ronggeng sebab ditemukan arca Nandi serta batu berbentuk kenong (gong kecil).

2. Karinding Nyengsol

Semua orang tahu kesenian karinding merupakan alat musik tradisional berbahan bambu, cara memainkannya membutuhkan sedikit pukulan jari dari bagian ujung. Karinding ini diposisikan di depan mulut supaya getaran bambu tersebut mengeluarkan bunyi. Kata nyesel sebagai tambahan di belakang kesenian ini merupakan singkatan dari ‘Nyungsi Eusi Ngaguar Seni Olah Laras’, yang bermakna menyelaraskan masa lalu dengan masa kini agar budaya tersebut tidak hilang.

3. Manorek

Manorek merupakan kesenian tradisional yang menyerupai ketoprak atau wayang orang. Ceritanya tidak lepas dari hikayat Kerajaan Goparman, yang mana Kendit Brayung mengisahkan lakon untuk mempertahankan kerajaan. Nama menorek diambil dari kata monoreng, karena wajah dalam seni wayang orang ini dicoreng-coreng. Konon, menorek ini pada mulanya dipakai untuk menyebarkan agama Islam.

Nah itu beberapa kesenian yang menjadi ciri khas Ciamis, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga dipakai untuk upacara adat serta penyebaran agama Islam.