BNN Mojokerto Gelar Razia Tempat Hiburan Malam

Razia narkoba BNN di tempat karaoke di Mojokerto

Buletin Indonesia News Mojokerto,– Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto menggelar razia tempat karaoke yang disinyalir menjadi tempat peredaran narkoba, Jumat (8/9) malam. Hasilnya dua pemandu lagu (purel) dan tiga pengunjung dinyatakan positif konsumsi narkoba setelah dites urine. Namun mereka yang positif narkoba hanya akan direhabilitasi.

Razia dilakukan petugas BNN Kota Mojokerto di tempat karaoke Graha Popy, Jalan Raya Kedundung Kota Mojokerto, dimulai sekitar pukul 20.30 WIB. Tiga ruang karaoke dirazia, dan semua pemandu lagu serta pengunjung dites urine untuk mendeteksi konsumsi narkoba.

Kepala BNN Kota Mojokerto, AKBP Suharsih memgatakan, ada tiga perempuan dan lima orang pengunjung laki-laki dites urine. Mereka dicurigai memgkonsumsi narkoba.

“Setelah kita lakukan tes urine, dua perempuan positif mengkonsumsi Amfethamine (ekstasi), sedangkan yang laki-laki, dua orang positif Amfethamine satu orang, positif konsumsi Metamfethamine (sabu) dua orang,” kata AKBP Suharsih, usai razia, Sabtu (09/09/17).

Mereka yang positif konsumsi narkoba, lanjut Suharsih, didata dan diminta datang ke Kantor BNN Kota Mojokerto pada hari Senin (11/09/17) nanti untuk dilakukan assesment. Sebagai jaminan supaya mau datang, identitas mereka dibawa petugas BNNK.

“Hari Senin besok mereka kita minta datang ke Kantor BNNK untuk didata dan dilakukan assesment untuk mengetahui seberapa kecanduan mereka terhadap narkoba. Setelah itu ditentukan mereka harus menjalani rehabilitasi rawat jalan atau rawat inap,” jelas Suharsih.

“Jika rawan jalan, rehabilitasi menggunakan obat antinarkoba dan diberikan konseling supaya tidak mengkonsumsi narkoba lagi. Sedangkan rawan inap, mereka akan dikirim ke rumah sakit Jiwa (RSJ) khusus narkoba di Lawang, Malang, atau RD Menur di Surabaya,” terangnya.

Suharsih menambahkan, razia tempat hiburan malam akan dilakukan secara rutin. Ini karena peredaran narkoba di Kota Mojokerto semakin lama semakin tinggi.

“Razia ini merupakan operasi bersinar, yang akan kita lakukan secara rutin. Sebab di wilayah Mojokerto peredaran narkoba dari data yang ada semakin lama semakin meningkat,” ucap AKBP Suharsih.

Reporter : **/nv

Admin BIN

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: