oleh

Bupati Bangka Mulkan Buka Review Pelaksanaan APBDES di Kecamatan Bakam

Buletin Indonesia News.com

Sungailiat Bangka, — Rapat Evaluasi pelaksanaanat APBDes tahun anggaran 2022 triwulan ke IV Desa se-Kecamatan Bakam di buka Bupati Bangka Mulkan SH MH yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka, Kamis (17/11/2022 ).

Camat Bakam, Aswan SH mengatakan terkait dengan realisasi dan penyerapan dana APBDes Triwulan III di sembilan Desa se Kecamatan Bakam tahun 2022 hingga sekarang sudah lebih dari 70 persen.

“Alhamdulilah, untuk Kecamatan Bakam, untuk realisasi pelaksanaan penyerapan anggaran di desa-desa sudah lebih dari 70 persen. Dan untuk capaian realisasi kegiatan ketahanan pangan di Sembilan desa di Kecamatan Bakam, masih ada di beberapa Desa yang masih kurang. Saya juga memohon nanti menjadi perhatian temen-teman para Kades, untuk lebih mempercepat penyerapanya,” ujar Aswan.

Bupati Bangka Mulkan, sambutannya mengatakan kegiatan ini di lakukan dalam rangka untuk mengevaluasi semua kegiatan atau program mulai dari tingkat Desa, Lurah dan Kecamatan.

“Kita secara rutin melakukan kegiatan coffe morning yang bertujuan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan progres atau kegiatan yang ada di Kabupaten Bangka secara umum baik di Desa, dan Kelurahan atau Kecamatan dan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak inginkan dari Pemerintah Pusat terutama dalam hal penyerapan anggaran yang telah dikucurkan di Desa tersebut tidak maksimal, kerana Desa adalah ujung tombak pembangunan,” ungkap Mulkan.

Lanjutnya, “Disamping agar Pemerintah Pusat tidak berpendapat kalau di Pemerintah Kabupaten Bangka ada pola pembiaran dan tidak ada pembinaan dari instasi terkait terhadap Desa-Desa tersebut sehingga banyak dana yang tidak terserap atau terealisasi dan apa penyebanya, ini yang harus kita selesaikan. Oleh sebab itu mari kita kawal bersama agar dana-dana ini bisa berjalan baik dan lancar dan tidak mandek, saya tekankan kepada Kepala Desa, BPD dan perangkat desa yang ada di Kecamatan Bakam khususnya disemua Desa yang ada di Kabupaten Bangka umumnya untuk betul-betul memaksimal terhadap penyerapan anggaran Desa,” kata Mulkan.

“Jadi Kades dan BPD agar membuat perencanaan yang tepat sasaran dan tepat guna dan harus sesuai dengan hasil musdus, musdes, dan RKAP-nya, dan yang paling penting adanya koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait, sehingga semua program dan kegiatan di desanya tidak terhambat dan dapat berjalan,” ujarnya.

“Dari sembilan Desa yang ada di Kecamatan Bakam sudah ada jamban atau MCK jadi kebiasaan yang lama tidak ada lagi, dan untuk masalah PBB juga sudah mencapai ada beberapa Desa yang masih dibawah 70% untuk ditingkatkan lagi, sehingga dengan pendapatan inilah kita bisa membangun terutama infrastruktur kita yang belum memadai seperti jalan karena jalan merupakan akses.

Tambah Mulkan “Ini antensi kami selaku Kepala Daerah semua seperti jalan karena ini akses kita menghubungkan semua sektor pendidikan, kesehatan, pertanian dan juga menyangkut batas Desa ini merupakan hal yang sangat penting. Masalah Gedung Serba Guna (GSG) yang ada di Kecamatan sudah lama tidak direnovasi kita usulkan tahun depan,” kata Mulkan.

Ditambahkannya masalah stunting Berdasarkan hasil survei Status Gizi Indonesia (SGI) tahun 2021 prevalensi stunting  balita nasional saat ini masih tinggi, yaitu 24,24 persen atau kronis (batas kronis 20 persen).

“Di Kabupaten Bangka sendiri prevalensi stunting balita hasil SGI Tahun 2021 sebesar 17,5 persen, sedangkan berdasarkan data aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) secara by name by address terdapat 1,68 persen balita stunting pada tahun 2021,” kata Mulkan.

Lanjutya, “Kabupaten Bangka menetapkan 11 desa lokus (lokasi fokus) stunting tahun 2022 ini, dan dari 11 desa lokus stunting ini di mana ada 3 desa sudah zero stunting pada tahun 2022. untuk yang belum zero stunting penangan masalah gizi anak, ibu hamil dan perkawinan dini ini yang harus kita perhatikan bersama,” tegas Mulkan.

Ditambahkannya, “Salah satu aksi penurunan stunting terintegrasi yang dilaksanakan Kabupaten Bangka adalah yaitu pengukuran dan publikasi data stunting.Pengukuran dan publikasi data stunting adalah upaya Kabupaten Bangka untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan Puskesmas, Kecamatan dan Desa,” jelas Mulkan.

Hasil pengukuran tinggi badan anak di bawah lima tahun serta publikasi angka stunting digunakan untuk memperkuat komitmen Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam gerakan bersama penurunan stunting.

(WAWAN)