Bupati Ciamis Tanggapi Dugaan Pungutan Pemulasaran Jenazah Covid-19 Di RSUD

Bupati Ciamis Tanggapi Dugaan Pungutan Pemulasaran Jenazah Covid-19 Di RSUD

Buletin Indonesia News

CIAMIS, — Sungguh menyakitkan ditengah pandemi Covid-19, tersebar issu Petugas Medis di pemulasaraan jenazah memungut uang, hal itu diungkapkan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya dalam rapat koordinasi Satgas Covid-19, Senin. (09/11/2020)

Dikatakannya, petugas medis merupakan garda terdepan yang berjuang mati-matian demi melayani masyarakat, apalagi dimasa pandemi ini mereka menarohkan nyawa dalam menjalankan tugasnya.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya

“Kalau bicara itu harus by data dan bukti jangan asal bicara dan jangan cari sensasi karena hal itu sangat menyakitkan hati kita, tenaga medis yang sudah lelah bekerja untuk melayani masyarakat harus kena fitnah kasian,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya issu tersebut dikhawatirkan para petugas medis tersebut menjadi mogok kerja, masyarakat harus betul-betul menyadari para petugas medis itu selalu memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat.

Bupati H. Herdiat untuk mempedomani protokol kesehatan, memakakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak agar penyebaran dapat memutus mata rantai Covid-19

“Tracking nya di Kabupaten Ciamis terus meningkat kasus terkonfirmasi berjumlah 252 orang, meninggal dunia 12 orang, 71 orang sembuh, 12 orang meninggal dunia, untuk hari kemarin, Minggu (08/11/2020) terdapat 22 orang terkonfirmasi,” katanya.

Mengingat trackingnya terus meningkat, Herdiat menghimbau kepada masyarakat agar selalu mempedomani protokol kesehatan (Prokes) sebab dengan selalu menerapkan prokes dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ciamis.

“Kita harus tetap mempedomani protokol kesehatan, memakakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak agar penyebaran dapat memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Ciamis,” jelasnya.

Direktur RSUD Ciamis, dr. Rizali Sopian mengatakan ruang isolasi di RSUD sudah terisi penuh sebanyak 14 orang, 11 orang hasil PCR nya positif sementara 3 orang menunggu hasil test.

“Semua kondisi pasien bergejala tapi masih dalam katagori ringan dan sedang, untuk pasien baru kita akan arahkan ke rumah sakit lain karena disini ruang isolasi nya sudah penuh,” pungkasnya.

*Reporter : Nanang Irawan)

Admin BIN