oleh

Bupati Ciamis, Siap Kawal Surat Penolakan Kenaikan Harga BBM ke Jakarta

Buletin Indonesia News.com

Ciamis, Jabar — Unjuk rasa yang terjadi di di depan Gedung DPRD Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (15/9/2022) pukul 09.00 WIB. Gerakan Rakyat Peduli Rakyat (GPRP) mengancam partai politik jika tidak menandatangai surat pernyataan penolakan kenaikan harga BBM, dan mengancam tidak akan mendukung partai tersebut jika tidak menandatangani surat pernyataan.

H. Wawan selaku Korlap (Koordinator Lapangan) mengatakan, bahwa dia akan mengabsen setiap parpol yang mendatangani surat pernyataan penolakan kenaikan harga BBM yang sudah dibuat.

“Mari kita absen, siapa yang ikut menandatangani, dan siapa yang tidak menandatangani. Yang menandatangani itulah wakil rakyat kita yang benar. Mari kita saksikan, pertama yang akan menandatangani ketua DPRD Ciamis,” kata Wawan.

Wawan mengucapkan, bahwa penandatangan surat pernyataan tersebut disaksikan oleh seluruh massa yang ikut berunjuk rasa.

“Ini disaksikan oleh semuanya, bahwa DPRD Kabupaten Ciamis akan berjuang bersama rakyat Ciamis. Biar lebih meyakinkan kepada dewan, tanda tangannya kasih stempel fraksi masing-masing,” ucap Wawan.

Wawan menegaskan, jika anggota dewan dari salah satu fraksi tidak menanda tangani. Maka, akan ada salah satu perwakilan dari GPRP yang masuk ke dalam gedung DPRD, dan mencari anggota dewan tersebut untuk menandatangani surat pernyataan.

“Kalau tidak ada keluar dan menandatangani surat pernyataan, maka akan ada salah satu perwakilan dari Gerakan Rakyat Peduli Rakyat (GPRP) yang masuk ke dalam, dan akan mencari anggota dewan dari fraksi-fraksi yang tidak datang keluar, jangan-jangan ada yang sembunyi. Ini akan menjadi tolak ukur 2024, kalau tidak ditanda tangani habislah kau partai,” tegasnya.

Salah satu perwakilan GPRP menyampaikan kepada massa, bahwa fraksi anggota dewan partai Golkar tidak ada diruangannya. Para massa sontak berteriak tidak akan menyoblos Golkar di pemilu 2024 mendatang.

“Hari ini, hari Kamis. Bukan hari libur ataupun tanggal merah, kenapa tidak masuk kerja? saya tidak memaksa untuk anggota dewan menandatangani surat pernyataan, jika tidak mau maka bilang saja. Saya tidak mau mendengar alasan mereka tidak mengetahui adanya unjuk rasa atau alasan apapun itu,” ujar Wawan

Dan para massa yang sontak berteriak. Karena kecewa anggota dewan tidak masuk dihari kerja, dengan alasan tugas di luar kota.

Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, M. M., mendatangani para massa yang melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Ciamis. Dia didampingi oleh wakilnya Yana D Putra sebagai Wakil Bupati Ciamis.

Herdiat mengatakan, bahwa seluruh masyarakat merasakan imbas dari kenaikan harga BBM. Dia juga merasakan imbas dari kenaikan harga BBM yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Saya Bupati Ciamis, apa yang saudara-saudara rasakan, apa yang masyarakat Kabupaten Ciamis rasakan. Saya juga sangat merasakan, betapa pedihnya, betapa beratnya perjuangan hidup kita. Sebagai bentuk empati kepada saudara-saudaraku sekalian, saya akan mengawal surat ini sampai di Jakarta. Saya juga dan Wakil Bupati bersedia menandatangani, saya dan Wakil Bupati bisa berdiri disini karena saudara-saudara semua. Makanya saya sayang sekali kalau tidak mendukung keinginan masyarakat kabupaten Ciamis, saya akan tanda tangan sekarang,” kata Herdiat.

Herdiat menambahkan, bahwa dia dan Wakil Bupati Ciamis menandatangani surat pernyataan tersebut merupakan bentuk empati kepada masyarakatnya. Herdiat memohon kepada massa yang berunjuk rasa agar pulang sesudah dia dan Wakil Bupati Yana D Putra menandatangani surat pernyataan tersebut.

Partai yang tidak menandatangani surat pernyataan penolakan kenaikan harga BBM yang dibuat oleh GPRP adalah Golkar, NasDem, dan PBB. Massa yang berunjuk rasa akan kompak tidak akan mendukung ketiga partai tersebut di Pemilu 2024 mendatang.