Cecep Dani Sufyan Ketua Pansus K3/Trantibumlinmas: “Jangan Salahkan Masyarakat Buang Sampah Apabila Fasilitas TPS Dikunci”

Cecep Dani Sufyan Ketua Pansus K3/Trantibumlinmas: “Jangan Salahkan Masyarakat Buang Sampah Apabila Fasilitas TPS Dikunci”

BINews

Banjar, – Persoalan sampah yang sempat terjadi baru-baru ini rupanya mengundang reaksi dari beragam masyarakat. Selain warga sekitar TPS dimana sempat terjadi penumpukan sampah di masa libur panjang pekan lalu, permasalahan penumpukan sampah juga ditanggapi oleh pemerhati lingkungan, anggota DPRD dan Satpol-PP kota Banjar.

Anggota DPRD kota Banjar, Cecep Dani Sufyan yang juga menjabat sebagai ketua pansus K3/Trantibumlinmas saat dihubungi disela-sela kunjungan kerjanya menyayangkan apabila masyarakat dipersalahkan dalam persoalan penumpukan sampah yang terjadi pada libur cuti bersama pekan lalu.

Menurutnya, masyarakat tidak patut dipersalahkan atas penumpukan sampah di TPS terminal karena akses dan fasilitas pembuangan sampah digembok.

“dalam beberapa poin di raperda yang tengah kami siapkan, perda akan berlaku apabila sudah tersedia fasilitas tempat penampungan sampah untuk masyarakat membuang produksi limbahnya. Apabila fasilitas tersebut digembok, otomatis masyarakat akan buang disekitar lokasi penampungan dan perbuatan mereka juga tidak dapat disalahkan,” tegasnya.

Dikatakannya, dalam raperda mengenai tertib lingkungan, nantinya pelanggar akan diterapkan sanksi yang sifatnya bukan denda, melainkan teguran secara lisan, tertulis dan sampai penahanan KTP. Sehingga masyarakat diharapkan dapat memiliki pedoman dalam mengelola sampahnya agar tidak berbenturan dengan perda yang akan ditetapkan kedepannya.

“namun dalam raperda tersebut disebutkan, perda dapat ditegakkan apabila pemerintah melalui intansi terkait sudah menyediakan fasilitas tempat sampah atau penampungan sampah sementara. Apabila fasilitas tidak disediakan maka bagaimana perda diberlakukan? Secara otomatis perda tersebut nantinya tidak berlaku bagi masyarakat yang buang sampah tidak pada tempatnya,” bebernya.

Penumpukan sampah sebelumnya memang terjadi di TPS terminal yang digembok petugas dengan alasan pengamanan asset selama libur panjang. Akibatnya, masyarakat hanya bisa membuang sampah diluar TPS yang merupakan bahu jalan dan mengundang reaksi dari masyarakat yang berada dilingkungan sekitar.

Sebelumnya pihak dari bidang pengelolaan sampah dinas LH mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat atas diliburkannya pengangkutan sampah selama cuti bersama dan itu mendorong warga untuk berburu TPS sebagai penampungan sampah yang tak terangkut di rumahnya.

Kepala dinas Pol Pp kota Banjar,
Eddy Nurjaman

Kepala dinas Pol Pp kota Banjar, Eddy Nurjaman saat ditemui diruang kerjanya juga menyayangkan langkah yang diambil dinas terkait dalam penanganan sampah di masa cuti bersama.

“sebelumnya kan sudah ada surat edaran walikota yang mengintruksikan bagi unit/satuan kerja organisasi yang berfungsi memberikan layanan langsung kepada masyarakat agar pimpinan unit kerja/satuan yang bersangkutan mengatur penugasan pegawai pada hari libur dan cuti bersama yang ditetapkan sehingga pemberian pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan salah satu bidang yang bergerak dalam pelayanan masyarakat terlebih produksi sampah memang tidak pernah mengenal libur.

“karena tidak ada pengangkutan sampah, kalau memang sudah menumpuk dirumahnya, masyarakat pastinya mencari cara untuk membuang di penampungan sampah sementara. Semestinya pengelola sampah dapat memberikan penugasan dengan upah lembur kepada petugas agar persoalan sampah tidak menjadi masalah di masa libur panjang,” tambahnya.

“kami tentunya belum bisa menindak masyarakat yang membuang sampah disekitar TPS yang terkunci,” tutupnya.

Plt kepala DKPLH kota Banjar, Sri Sobariah saat dihubungi via telepon mengatakan dirinya sebelumnya memang tidak mengetahui bahwa petugas pengelolaan sampah turut diliburkan.

“saya sebelumnya tidak dikoordinasikan atas keputusan tersebut namun atas persoalan ini sudah langsung kami atasi secepatnya dan kami pastikan kedepannya tidak akan terjadi lagi penumpukan pada saat libur panjang atau cuti bersama lagi,” ungkapnya.

(Susi)

Admin BIN