Cluster Pesantren dan Pasar terus Bertambah, Total 101 Kasus Covid dikota Banjar

Cluster Pesantren dan Pasar terus Bertambah, Total 101 Kasus Covid dikota Banjar

Cluster pesantren dan pasar terus bertambah, total 101 kasus covid dikota Banjar

BANJAR,BINews.com – Kasus covid dikota Banjar terus mengalami lonjakan sehingga hari ini angka akumulatif kasus covid mencapai 101 kasus dan akan ada kemungkinan terus bertambah.

Sesuai data yang dirilis satgas penanggulangan covid-19, hari ini ada penambahan 6 kasus yang didominasi cluster pesantren dan pasar.

Enam kasus tersebut yaitu T (28) seorang pedagang telur dipasar asal Kelurahan Banjar bersama anak buahnya M (46) dari Desa Sukamukti. Kasus lainnya adalah A (16), Z (23) dan N (16) santriwati pesantren di Desa Kujangsari. Sementara A (75) asal Kelurahan Pataruman merupakan pasien suspek dengan riwayat perjalanan dari Cikarang yang kini menjalani isolasi di RSUD kota Banjar sementara kelima lainnya di RS Asih husada karena merupakan pasien tanpa gejala.

Dr Agus Budiana, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes kota Banjar

Diterangkan dr Agus Budiana, kabid pencegahan dan pengendalian penyakit pada dinas kesehatan kota Banjar, untuk cluster pesantren sudah dilakukan tracking sebanyak 53 orang hari ini demi memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

“sementara cluster pasar juga masih dilakukan tracking ke beberapa pedagang yang memiliki kontak erat dengan pasien positif. Saat ini cluster pasar sudah menyebar. Sebelumnya hanya pedagang ayam, sekarang sudah menimpa pedagang daging sapi, telur dan pete, pihak puskesmas terus berupaya menelusuri riwayat kontak erat dan melakukan swab demi memutus mata rantai penyebaran,” bebernya.

Sementara untuk cluster BRI, rencananya besok akan dilakukan swab tes 80 karyawan usai 5 kontak erat dari keluarga pasien menjalani swab.

“saat ini terjadi lonjakan pasien terkonfirmasi positif yang dikhawatirkan tidak seimbang dengan daya tampung RSUD maupun RS Asih Husada. Sebelumnya, RS Asih Husada sudah menambah kapasitas ruangan menjadi 28 ruangan,” terangnya.

Lonjakan pasien yang dikhawatirkan terus terjadi juga dikatakan Plt kepala dinas kesehatan kota Banjar, Budi Hendrawan saat ditemui usai memperingati hari kesehatan nasional ke 56 di kantor Dinkes kota Banjar.

“kami berharap masyarakat lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan melalui 3M agar pandemi covid ini tidak menjadi kasus darurat dikota Banjar karena fasilitas dan kapasitas ruang isolasi juga masih terbatas,” ungkapnya.

Di hari kesehatan nasional, Budi sekaligus mengkampanyekan tema satukan tekad menuju Indonesia sehat dengan gerakan tepuk tangan serempak selama 56 detik pada jam 12.00 WIB siang ini.

“jaga diri, keluarga dan masyarakat, selamatkan bangsa dari pandemi covid-19,” pungkasnya. (Susi)

Admin BIN