Danrem 062 Tarumanegara Buka Pelatihan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat

Danrem 062 Tarumanegara Buka Pelatihan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat

Danrem 062 Tarumanegara buka pelatihan penanggulangan bencana daerah Jawa Barat

Banjar, buletinindonesianew.com – Danrem 062 Tarumanegara kolonel inf Muhamad Muchidin, S.Sos membuka kegiatan bertajuk satgas pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana (PRCPB) korem 062/TN pelaksanaan operasi membantu penamggulangan bencana alam di Priangan Timur dalam rangka operasi penanggulangan bencana daerah Jawa Barat pada senin pagi (16/11).

Kegiatan yang digelar di Sport Center Gelora Banjar Patroman kecamatan Langensari ini rencananya akan berlangsung sampai jumat mendatang diikuti 300 personil anggota Korem 062 Tarumanegara dan berbagai intansi terkait penanggulangan bencana seperti BPBD, Tagana, Satpol-PP dan Dishub.

Danrem 062 Tarumanegara kolonel inf Muhamad Muchidin, S.Sos membuka kegiatan bertajuk satgas pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana

Dalam sambutannya, Danrem mengatakan bahwa TNI harus sigap dalam penanggulangan bencana daerah.

“khusus diwilayah Priangan Timur ini jenis bencana alam cukup komplek, ada daerah rawan longsor, banjir, angin puting beliung, gunung yang masih aktif bahkan tsunami,” ujarnya.

Untuk itu, dikatakannya, TNI harus berada di garda depan sebagai pelindung masyarakat dalam antisipasi bencana daerah.

“melalui Babinsa, TNI harus bisa mengkoordinir warga binaannya dan jadikan warga sebagai skala prioritas dalam memberikan perlindungan,” imbuhnya.

Atas skala prioritas tersebutlah, menurut Danrem, TNI harus dibekali pelatihan simulasi bencana daerah agar selalu sigap saat menghadapi berbagai jenis bencana alam yang ada di wilayah Priangan Timur.

Perlengkapan simulasi penanggulangan bencana daerah dan personil sudah disiapkan dengan berbagai teori, tekhis dan taktis sampai gladi lapang maupun kegiatan yang dibawakan berbagai intansi pemerintah yang bergerak dalam penanggulangan bencana.

“kita d tuntut untuk siap membantu pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana alam. Untuk itu, TNI harus bisa tanggap darurat sehingga latihan ini bisa d terapkan. Intansi terkait bekerjasama dalam aksi kemanusiaan ini dan tentunya BPBD sebagai motornya,” tandasnya.

BPBD provinsi jawa Barat melalui kasie kedaruratan, Budi Budiman dalam keterangan persnya mengatakan bahwa pihaknya akan menerapkan materi teori dasar kedaruratan bencana dan simulasi dan gladi dilapangan dalam pelatihan kali ini.

“secara umum, bencana hidrometeorologi di wilayah Priangan Timur memang cukup rawan termasuk kajian ilmiah mengenai potensi tsunami. Alhamdulilah, sudah ada sinergitas antara pemerintah bersama TNI/Polri dan perguruan tinggi maupun media massa bahkan gubernur bersama pandam III siliwangi dan Kapolda dalam apel gabungan di gedung Sate, sudah menyiapkan untuk mengerahkan sumber daya maupun peralatan dan lain sebagainya dalam penanggulangan bencana daerah,” tutupnya.

(Susi)

Admin BIN