Darurat, Ledakan Virus Covid Dikota Banjar Tak Terbendung

Darurat, Ledakan Virus Covid Dikota Banjar Tak Terbendung

BANJAR, buletinindonesianews.com – Status zona merah yang kini disandang kota Banjar diprediksi masih bertahan lama setelah menggilanya penyebaran virus covid-19.

Mirisnya, penyebaran migrasi virus juga dari kabupaten Ciamis berimbas terhadap penambahan angka pasien terkonfirmasi dikota Banjar. Pasalnya, beberapa kasus positif dari cluster Ciamis terdapat kontak erat yang bekerja dan domisili di kota Banjar sehingga migrasi virus tak terelakan.

Usai munculnya cluster nakes yang menutup pelayanan umun RSUD kota Banjar sebagai satu-satunya rumah sakit rujukan covid, cluster perkantoran juga ditemukan dibeberapa OPD yang dikhawatirkan akan terus meluas.

Salah satunya kantor Inspektorat daerah kota Banjar dimana salah satu petingginya terkonfirmasi positif. AM dinyatakan terkonfirmasi positif hari minggu (6/12) dan memiliki riwayat kontak erat sebelumnya dengan almarhum wakil direktur RSUD kota Banjar yang meninggal Kamis lalu.

Dengan terpaparnya AM, Dinkes kota Banjar masih melakukan tracking terhadap sejumlah kontak erat untuk dilakukan swab tes. Diketahui, AM bahkan sempat menerima perwakilan sebuah ormas yang datang pada selasa lalu (1/12) untuk audensi terkait permasalahan moralitas ASN yang terjebak kasus perselingkuhan dan sempat menghadiri beberapa kegiatan dinas lainnya.

Plt kepala Dinkes kota Banjar, Budi Hendrawan dalam keterangan persnya mengatakan pihaknya sudah melakukan swab terhadapan puluhan kontak erat AM.

“kami sarankan bagi yang merasa pernah kontak erat dengan AM agar melakukan swab demi memutus mata rantai penyebaran virus karena gelombang covid kedua ini telah menjadi transmisi lokal yang penyebarannya meluas,” ujarnya usai memantau pengambilan swab pada sejumlah pegawai Inspektorat, Senin pagi (7/12).

Satgas penanganan covid-19 kota Banjar menyikapi situasi darurat covid ini terus melakukan penindakan terhadap sejumlah pelanggar protokol kesehatan. Beberapa petugas gabungan TNI/Polri, Satpolpp, Dishub dan BPBD terus memberikan tindakan preventif melalui pemberian sanksi bagi pelanggar dengan mengenakan APD.

Hal tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera bagi pelanggar prokea dengan turut merasakan bagaimana beratnya perjuangan tim medis dalam menangani membludaknya pasien covid dibalik seragam APD.

kapolres Banjar, AKBP Melda Yanny S.I.K, MH menyerukan agar masyarakat sadar terhadap bahaya penyebaran virus dan diharapkan untuk selalu mematuhi himbauan 3M saat beraktivitas diluaran.

“sanksi ini diharapkan menggugah kesadaran masyarakat atas perjuangan para Nakes yang kini sudah banyak bertumbangan akibat meledaknya kasus covid. Kami berharap, masyarakat dapat bekerja sama dalam mengakhiri pandemi ini dengan patuh terhadap protokol.kesehatan,” tegas Kapolres.

Disamping penindakan protokol kesehatan kepada warga pelanggar, satgas penanganan covid-19 kota Banjar juga mengeluarkan surat edaran yang ditandatangani walikota Banjar tentang pelarangan ASN, non ASN dan DPRD untuk melakukan perjalanan dinas luar ditengah status kota Banjar yang berada di zona merah.

“surat edaran ini berlaku bagi semua pihak, dari mulai pejabat eselon IV, III, II tidak di ijinkan kecuali untuk kepentingan hal yang mendesak,” terang Asda 2, Agus Nugraha.

(Susi)

Admin BIN