Data Balita Gizi Buruk (Stunting) Di Ciamis Jabar Capai 8 Ribu Lebih

Data Balita Gizi Buruk (Stunting) Di Ciamis Jabar Capai 8 Ribu Lebih

Buletin Indonesia News
CIAMIS,–
Data Kasus Gizi Buruk (Stunting) terhadap Balita di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat tercatat mencapai 8.101 kasus. Data ini dirangkum berdasakan laporan SID Kemendes setiap desa se Kabupaten Ciamis.
Dengan mengakses situs resmi Kementerian Desa melalui Sistem Informasi Desa, sebanyak 1.801 kasus gizi buruk Balita di 27 Kecamatan Kabupaten Ciamis.
Diantara 27 Kecamatan, tercatat Kecamatan Cipaku dengan kasus Stunting sebanyak 1.344 kasus, sedangkan Kecamatan Purwadadi merupakan kasus yang bersih atau 0 dari kasus Balita Gizi Buruk.

Menyikapi terkait kasus Gizi Buruk Balita ini, Dian,  Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis, mengatakan bahwa Program pencegahan stunting tetap ada Dinas Kesehatan. “DPMD hanya berperan membantu memfasilitasi agar desa konsen terhadap program itu melalui Dana Desa, jangan sampai prioritas program Nasional tersebut tidak teranggarkan di desa” papar Dian melalui pesan Whatsapp, Rabu (13/01/21)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. Yoyo mengatakan data tersebut adalah “hasil survey bukan data real hasil kegiatan rutin dan perlu diverifikasi” papar dr. Yoyo melalui pesan whatsapp, Rabu (13/01/21).

Terkait data kasus Gizi Buruk Balita yang berhasil dirampung Redaksi, Dinas Kesehatan belum bisa memberikan keterangan terkait temuan data 8.101 kasus Balita Stunting tersebut karena data verifikasi Dinas masih belum selesai.

Sejumlah Pemerintah Desa yang dikonfirmasi mengenai Data Balita Stunting ini merasa kaget dengan data tersebut.
Kepala Desa Mangkubumi, Ali Muhidin saat dihubungi Kamis (14/01/21) mengatakan belum mengetahui jumlah kasus stunting didesanya yang bersumber dari Data Kemendes melalui Sistem Informasi Desa. Berdasarkan Data Sistem Indormasi Desa, kasus stunting di Desa Mangkubumi Kecamatan Sadananya mencapai 26 Kasus, sedangkan menurut Kepala Desa, data kasus terakhir pada bulan Agustus 2020, sebanyak 22 kasus.

Sementara itu, Sekretaris Desa Mekarjadi Kecamatan Sadananya, Ihin Solihin mengaku tidak ada kasus Stunting terhadap Balita di Desanya. Sementara dalam data SID Kementerian Desa mencatat 45 kasus stunting. “Kasus ini (Stunting_Red) sekitar 2 atau 3 tahunan ke belakang tapi sekarang uda ga ada lagi” papar Ihin.
Untuk Kecamatan Sadananya sendiri,  total Data Kasus Stunting mencapai 275 kasus yang tersebar di 8 Desa.

Hal senada juga disampaikan kepala Desa Ciomas  Kecamatan Panjalu, Yoyo Wahyono saat dihubungi Sabtu (16/01/21). Dia menegaskan kasus stunting di desanya hanya mencapai sekitar 10 atau 12, dan itupun bukan karena faktor kelaparan tapi karena faktor genetik. Yoyo yang juga ketua APDESI Kabupaten Ciamis ini tidak mengetahui asal muasal data 64 kasus yang tercatat dalam SID Kementerian Desa. Pihaknya yakin, Desanya yang terus maju ini tidak akan terdampak Gizi Buruk apalagi akibat kelaparan.

Tonton rangkuman total kasus Gizi Buruk  se Kabupaten Ciamis yang bersumber dari Sistem Informasi Desa Kemendes PDTT :

*(Laporan : Agus Firman

Admin BIN