oleh

Di Garut Tempat Hiburan Terancam Tutup

Buletin Indoensia News Garut, —  Pemkab Garut akan menutup beberapa tempat hiburan malam yang berada di tengah tengah kota , dan yang lainya yang sengaja menjual minuman keras serta memberlakukan jam operasional yang melebihi ketentuan peraturan daerah mengenai izin.

Bupati Garut mengatakan “Sudah saya akan tutup daripada memberikan mudarat (kerusakan) bagi masyarakat, apalagi jam operasionalnya juga saya dengar kerap melebihi batas (perda),” paparnya.

Ia juga menambahkan Pemkab Garut tidak menghalangi usaha tempat hiburan di Kabupaten Garut. Namun, semua pengusaha tempat hiburan, termasuk tempat karaoke, wajib memperhatikan peraturan daerah yang telah disepakati, seperti tidak menjual miras, prostitusi, dan perjudian.

“Ini sebagai bentuk konkret penegakan hukum,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut KH Sirojul Munir. Menurut dia, banyak masyarakat mengeluh dengan semakin bebasnya miras diperjualbelikan di area tempat hiburan malam di Kabupaten Garut. Pasalnya, hal tersebut menimbulkan ancaman keamanan, ketenteraman, dan keselamatan masyarakat.

Untuk itu, MUI Garut mendukung sanksi yang disiapkan Pemkab Garut dalam merespons keluhan warga, termasuk ancaman penutupan izin usaha tempat hiburan malam yang terbukti telah melanggar aturan.

“Kalau sangat maksiat, seperti menjual miras, perjudian, pelacuran itu haram hukumnya. Kita jelas dukung rencana pemda itu (penutupan),” ujarnya.

Pihaknya juga akan segera mengeluarkan rekomendasi penutupan tempat hiburan malam di Garut. “Kita akan rapat dulu menyikapi hal ini. Kalau terbukti perda melarang, jelas segera akan merekomendasi untuk penutupan,” paparnya.

Berdasarkan perda mengenai aturan jam operasional tempat hiburan di Garut, Pemda Garut membatasi hingga pukul 24.00 WIB. Dalam kenyataannya, tak sedikit tempat hiburan yang masih membuka usahanya hingga pukul 03.00 WIB.

Reporter : Rado/Op

Komentar

News Feed