Disdik Kota Banjar Keluarkan Surat Edaran, Cegah Siswa Ikut Aksi Unjuk Rasa

Disdik Kota Banjar Keluarkan Surat Edaran, Cegah Siswa Ikut Aksi Unjuk Rasa

BINews

Banjar, – Beragam reaksi penolakan mengenai Undang-Undang Omnibuslaw Cipta kerja menuai aksi unjuk rasa hampir disetiap daerah. Begitu pula dengan kota Banjar pada hari Rabu dan Kamis pekan lalu menggelar aksi penolakan UU tersebut.

Bukan hanya kaum buruh yang turun ke jalanan, namun aliansi mahasiswa yang merupakan gabungan organisasi kemahasiswaan turun turut berperan sebagai aksi solidaritas terhadap hak kaum buruh yang dianggap telah dikebiri.

Rencana aksi unjuk rasa susulanpun tak terelakan. Hari ini sampai selasa besok agenda unjuk rasa kembali dikabarkan akan mengawal penandatangan petisi berisi penolakan terhadap UU kontroversial tersebut.

Kendati sudah ada himbauan dari kementrian pendidikan dan kebudayaan kepada mahasiswa untuk tidak turut serta dalam aksi unjuk rasa dan penyampaian aspirasi yang dapat membahayakan keselamatan mereka, sejumlah kelompok mahasiswa tetap menunjukan solidaritasnya membela kaum buruh dengan tetap menggelar aksi unjuk rasa.

Kepala dinas pendidikan, Drs. H. A. Lukmanulhakim, M.Si menanggapi fenomena derasnya aksi unjukrasa dengan mengeluarkan surat edaran mengenai pencegahan keterlibatan peserta didik dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi kekerasan. Surat tersebut ditujukan kepada kepala sekolah tingkat SD dan SMP untuk mengantisivasi keterlibatan mereka dalam aksi unjuk rasa.

“kami meminta para kepala. Sekolah untuk berkoordinasi dan bekerjasama dengan orang tua/wali agar peserta didik tetap melakukan pembelajaran dirumah dan tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi terhadap keselamatan peserta didik,” papar kepala Disdikbud kota Banjar.

Rencananya, hari ini aksi unjuk rasa akan digelar di gedung DPRD Kota Banjar yang dilakukan kelompok PMII, GMNI, SPSBB F Sebumi dan DPD WJI Kota Banjar.

(Susi)

Admin BIN