Ditengah Pandemi, Kawasan Kuliner Purnomosidi Muncul Bersama Harapan Demi Bertahan Hidup para Pedagang

Ditengah Pandemi, Kawasan Kuliner Purnomosidi Muncul Bersama Harapan Demi Bertahan Hidup para Pedagang

Ditengah pandemi, kawasan kuliner Purnomosidi muncul bersama harapan demi bertahan hidup para pedagang

BANJAR, BINews.com – Ditengah terpuruknya perekonomian akibat dampak pandemi, masyarakat khususnya para pelaku UMKM berupaya untuk bertahan hidup dan mencari peluang yang dapat meningkatkan taraf hidup.

Usai bantuan yang digelontorkan pemerintah, para pelaku UMKM menunjukan keseriusan untuk bertahan dan terus berupaya mengembangkan usahanya di masa pandemi.

Lurah Pataruman saat berkoordinasi bersama koordinator paguyuban PKL Purnomosidi

Salah satu bukti konkrit bangkitnya para pelaku UMKM dimasa pandemi ini dengan munculnya kawasan kuliner baru di jalan Purnomosidi Dobo kelurahan Pataruman. Sepanjang area bantaran irigasi kini mulai berdiri lapak para pedagang yang merupakan kelompok warga kelurahan Pataruman.

Di lokasi tersebut akan menjadi primadona kawasan kuliner baru dengan pemandangan irigasi yang dekat dengan bendungan Dobo. Selain tempatnya yang teduh, kawasan ini memberikan suasana relaksasi bagi pengunjung yang datang.

Penulusuran BIN, saat ini sudah ada sekitar 20 lapak yang berdiri dengan konsep lesehan. Ahmadi, selaku koordinator PKL tersebut mengatakan bahwa para pedagang merupakan warga asli kelurahan Pataruman yang menangkap peluang bagus di tempat strategis tersebut.

“lokasinya sangat cocok sebagai kawasan kuliner dan kami berharap pemerintah memberikan dukungan kepada kami untuk mengembangkan usaha disini karena saat ini untuk bertahan dalam berdagang cukup sulit dampak dari pandemi covid-19,” paparnya seraya menambahkan bahwa pihaknya telah meminta bantuan dari pihak kelurahan untuk berkoordinasi dengan BBWS selaku pengelola lahan untuk diijinkan berjualan.

Sayangnya, ide dan kreativitas para PKL terganjal aturan BBWS yang tidak mengijinkan adanya pendirian bangunan dilokasi tersebut. Atas permasalahan tersebut, lurah Pataruman, Ading Amir Ridwan mengatakan pihaknya mengaku mengapresiasi kreativitas paguyuban pedagang dalam mengembangkan usahanya dimasa sulit seperti sekarang ini.

“mereka berupaya memanfaatkan modal dari bantuan pemerintah dalam wujud nyata karena secara fakta, saat ini mereka cukup kesulitan akibat terdampak pandemi. Terkait pendirian lapak di atas lahan BBWS, kami berupaya memediasi pedagang dengan pihak BBWS agar dapat mengijinkan mereka memanfaatkan lahan tersebut dengan jaminan kebersihan, ketertiban dan penataan yang baik,” beber Ading.

Dikatakannya lagi, saat ini pemerintah kelurahan belum bisa memberikan solusi terkait relokasi pedagang karena sulitnya mencari lahan yang strategis untuk mereka berjualan.

“kami masih berupaya untuk melakukan pembinaan dan memperjuangkan warga pedagang agar bisa berjualan dengan berkoordinasi bersama BBWS dan intansi terkait,” ucapnya.

Ketua PPK Irigasi BBWS, Dance saat ditemui diruang kerjanya mengatakan bahwa saat ini memang sedang ada pengerjaan normalisasi di wilayah Langen.

“setau saya pengerjaan normalisasi tidak sampai ke Pataruman, hanya sampai ke wilayah Langkaplancar,” ujarnya. Untuk itu, dilanjutkannya, pendirian lapak di atas lahan samping bantaran sungai dalam waktu dekat ini tidak berpengaruh terhadap kegiatan normalisasi.

“tidak tahu kalau tahun-tahun selanjutnya ya, kalau berbicara aturan memang tidak diperbolehkan tapi hal tersebut silahkan dikoordinasikan kembali dengan pemerintah daerah,” katanya.

Wali kota Banjar, Hj Ade Uu Sukaesih saat dimintai tanggapannya usai menghadiri acara pembinaan kepala madrasah diniyah di gedung dakwah mengatakan dirinya akan berkoordinasi terlebih dahulu untuk menindaklanjuti permasalahan ini.

“nanti akan kami bahas terlebih dahulu solusinya seperti apa,” pungkasnya. (Susi)

Admin BIN