Drg. Evie Triyani: Ciamis Targetkan 60% Bebas ODF

Drg. Evie Triyani: Ciamis Targetkan 60% Bebas ODF

Drg. Evie Triyani, Ciamis Targetkan 60% Bebas ODF

CIAMIS, buletinindonesianews.com – – Menghadapi penilaian Kabupaten/kota sehat yang akan dilaksanakan awal tahun 2021, Kabupaten Ciamis khusus nya Kecamatan Ciamis sudah melakukan berbagai persiapan, hal itu diungkapkan, Kepala Puskesmas Ciamis, drg. Evie Triyanti, setelah rapat persiapan penilaian Kabupaten/kota tahun 2021 di Aula Puskesmas Kecamatan Ciamis, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, Kecamatan Ciamis memiliki dua Puskesmas yaitu Puskesmas Ciamis dan Puskesmas Imbanagara, untuk Puskesmas Ciamis terdiri dari 7 Kelurahan sedangkan Puskesmas Imbanagara 5 Kelurahan, tetapi hanya 4 Kelurahan yang diikutsertakan bebas Open Defecation Free (ODF)/Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Kepala Puskesmas Ciamis, drg. Evie Triyanti,

“Karena targetnya 60% jadi kita Puskesmas Ciamis fokusnya di 4 Kelurahan dan Imbanagara 4 Desa, sedangkan target 60% untuk Kabupaten Ciamis yang memiliki 265 desa/kelurahan adalah minimalnya 156 desa harus bebas ODF di tahun 2020 ini, agar Ciamis bisa meraih predikat kabupaten sehat,” jelasnya.

Dikatakannya, ODF/BABS itu adalah suatu tindakan membuang kotoran atau tinja di ladang, hutan, semak-semak, sungai, dan area terbuka lainnya yang dibiarkan menyebar mengkontaminasi lingkungan, tanah, udara dan air, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

“Untuk tingkat Kelurahan kita sudah melakukan sosialisasi dan pemicuan di empat Kelurahan, Puskesmas Ciamis yang meliputi Kelurahan Ciamis, Cigembor, Benteng dan Maleber akan diikutsertakan dalam lomba kabupaten/kota sehat dalam program ODF,” jelasnya.

Dijelaskannya, untuk masuk katagori kabupaten/kota sehat program ODF tersebut salah satunya semua desa/kelurahan harus bebas ODF, untuk itu pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak BABS karena dapat menularkan penyakit, untuk itu setiap rumah harus memiliki sepitank (Jamban Sehat).

“Alhamdulillah masyarakat di empat Kelurahan itu sekarang kurang dari 10% yang harus ODF, setelah melakukan koordinasi, sosialisasi, dan pemicuan mereka langsung membangun sepitank,” ucapnya.

Diakuinya, dalam membangun sepitank dan jamban tersebut, masyarakat ada yang memakai dana pribadi, iuran warga bahkan ada juga bantuan dari kelurahan, salahsatunya di Kelurahan Linggasari dana Kelurahan digunakan untuk membangun sepitank dan jamban di 14 titik untuk mengkaper 110 kepala keluarga.

“Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban sehat harus mencapai 100% pada seluruh komunitas, Kami berharap semua kelurahan yang berada di wilayah kerja puskesmas Ciamis dapat bebas ODF, karena perilaku ODF menyebabkan dampak lingkungan yang buruk,” harapnya.

Camat Ciamis, Drs. H. Dede Hermawan, MM

Sementara Camat Ciamis, Drs. H. Dede Hermawan, MM mengatakan untuk persiapan penilaian kabupaten/kota sehat semua sedang dikerjakan oleh desa/kelurahan masing-masing.

*Kita sudah persiapkan mulai dari pendataan, hingga menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan saat penilaian,” katanya.

Diakuinya maasih banyak kendala yang dihadapi, diantaranya banyak masyarakat yang belum memiliki sepitank tertutup (Jamban Sehat), untuk membuat sepitank dibutuhkan dana, hal tersebut akan dimusyawarahkan di desa/kelurahan masing-masing.

“Kita akan terus berupaya agar kendala tersebut bisa teratasi, semoga dengan upaya yang dilakukan ini Kabupaten Ciamis bisa mendapat julukan kabupaten sehat,” pungkasnya.

(Nank)

Admin BIN