Dugaan Korupsi Proyek Pagar Makam: Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam Kembali Merilis 4 Orang Tersangka Baru

Dugaan Korupsi Proyek Pagar Makam: Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam Kembali Merilis 4 Orang Tersangka Baru

Dugaan Korupsi Proyek Pagar Makam: Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam Kembali Merilis 4 Orang Tersangka Baru

Kota Pagaralam Sumsel, buletinindonesianews.com
Bertempat di Kejari Kota Pagaralam, Hari ini Senin (22 Februari 2020) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pagaralam kembali merilis 4 ( empat ) orang tersangka baru dalam dugaan korupsi Pagar Makam Tahun 2020 yang lalu.

Setelah sebelumnya Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam melakukan penyidikan, maka kembali melakukan penahanan kepada tersangka berinisial JL dan GB dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Dana Pembangunan Sarana dan Prasarana Pemakaman di Dinas Sosial Kota Pagaralam Tahun Anggaran 2017 yang lalu.

Adapun dua orang tersangka ini disangkakan melanggar Primer Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penahanan kedua tersangka dilakukan oleh Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Pagaralam di Lapas Kelas III Kota Pagaralam selama 20 hari ke depan, yaitu dari tanggal hari ini 22 Februari 2021 sampai dengan 13 Maret 2021.

perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Dana Pembangunan Sarana dan Prasarana Pemakaman

Sebagaimana diberitakan beberapa waktu yang lalu Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam telah lebih dahulu melakukan penahanan terhadap Mantan Kepala Dinas Sosial Kota Pagaralam H. Sukman serta Dolly Harven sebagai PPTK dalam pembangunan pagar makam tersebut pada 29 Juni 2020. Seterusnya kembali dilakukan penahanan terhadap inisial F sebagai Konsultan perencana, serta K dan T bertindak sebagai kontraktor pada tanggal 21 Juli 2020 yang lalu.

Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam M Zuhri yang di dampingi Kasi Pidsus Hendra Catur Putra dan Kasi Datun M Fajar Dian Prawitama mengungkapkan pada hari itu sebenarnya akan langsung menahan keempat orang tersangka yang bertindak sebagai pelaksana proyek pagar makam, akan tetapi ada dua orang yang mangkir dari pemanggilan.

Jadi pada hari ini kami telah menahan untuk 20 hari kedepan dua tersangka JL dan GB, yang menurut Kajari tersangka GB menurut hasil audit BPKP Provinsi Sumatera Selatan dimana dalam pengerjaanya telah merugikan Negara 116 juta dan tersangka JL telah merugikan Negara sebesar 112 juta. Jadi saat ini kedua orang tersangka kita titipkan di Rumah Tahanan Kota Pagaralam, atas dugaan korupsi pada pengerjaan paket pembangunan pagar makam kata M. Zuhri Kajari Kota Pagar Alam.

Selanjutnya M. Zuhri menjelaskan dalam Pelaksanaan Pembangunan Pagar Makam tersebut yang menggunakan dana APBD Kota Pagaralam sebesar hampir 7 miliar rupiah, mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp. 697.494.937.68,- dari sebanyak 43 paket dan 18 paket, di antaranya berpotensi merugikan negara. Kepada kedua tersangka lainnya yang pada hari ini mangkir, akan kami layangkan kembali surat pemanggilan, dan apabila ternyata masih juga tidak datang, maka akan kami upayakan tindakan penangkapan tuturnya.

(SBINews)

Admin BIN