oleh

Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Tasikmalaya Sosialisasikan Peraturan Perundang-Undangan di Didang Cukai

Buletin Indonesia News.com

BANJAR, — Kantor Pengawasan dan pelayanan bea dan cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya hari ini mengadakan pertemuan dengan masyarakat di Aula Desa Mulyasari Kecamatan Pataruman Kota Banjar, Senin (21/11/2022).

Pertemuan tersebut tak lain merupakan sosialisasi terkait peraturan Perundang-undangan dan ketentuan di bidang Cukai yang digelar bersama Satpol-PP Kota Banjar dan Pemerintah Desa Mulyasari.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala KPPBC, Indriya Karyadi, mengajak masyarakat untuk tidak memperjualbelikan rokok ilegal yang selama ini beredar luas di tengah masyarakat.

“Kami mensosialisasikan secara tetap muka dan melakukan audensi secara terbuka dengan masyarakat terkait peraturan dan ketentuan di Bea Cukai kemudian kita juga paikn bagaimana ciri-ciri rokok ilegal,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak memproduksi, mengedarkan atau menjual roko ilegal karena ancamannya ancaman penjara.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak membeli atau mengkonsumsi rokok ilegal karena kandungannya kan tidak terukur jadi kalau di konsumsi tentunya sangat membahayakan,” ungkapnya.

Menurutnya, Kota Banjar ini merupakan daerah yang temuan rokok ilegalnya terendah se-Priangan Timur, tidak sampai 1% dari wilayah Priangan Timur.

“Mungkin karena secara geografis wilayahnya sangat kecil ya dan penduduknya pun sedikit. Saya berharap ini merupakan sebuah kesadaran dari masyarakat dengan menghindari yang ilegal,” katanya.

Indriya menyebutkan pihaknya selama ini mensosialisasikan seluruh masyarakat di seluruh Priangan Timur, mulai dari Kota-kota sampi ke pelosok.

Sekretaris Satpol-PP Kota Banjar, Asep Sutarno mengatakan bahwa peredaran rokok ilegal di Kota Banjar banyak ditemukan di daerah-daerah pelosok.

“Selama ini, temuan rokok ilegal banyak ditemukan di daerah pelosok, mungkin untuk menghindari razia yang selama ini sering dilakukan. Untuk itu, saat ini kami lebih intens menyisir daerah-daerah pelosok untuk melakukan razia rokok ilegal,” urainya.

Selain razia, langkah lain untuk mencegah terjadinya peredaran rokok ilegal, Satpol PP menyisir jasa titipan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

(Bayu)