oleh

Generasi Milineal NU Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

www.buletinindonesianews.com

MAJALENGKA, Jabar —  Tantangan generasi milineal Nahdlatul Ulama (NU) dalam memasuki revolusi industri 4.0 ini sangatlah besar. Namun setidaknya ada beberapa sikap dan keterampilan yang harus dimiliki yakni bersikap kritis, berkolaborasi dan memiliki daya kreativitas yang tinggi untuk menciptakan hal-hal yang baru dan unik. Termasuk jangan pernah bosan untuk terus belajar dan menimba ilmu pengetahuan agar tidak tersisihkan oleh kondisi zaman.

Penegasan itu disampaikan Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) PCNU Kabupaten Majalengka, Jejep Falahul Alam, saat mengisi materi dalam Latihan Kader Muda (Lakmud) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Majalengka, di pelataran Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka.

Menurut Jejep, revolusi industri secara sederhana, merupakan perubahan dari ekonomi agraris ke ekonomi industri, yang pada pelaksanaanya menggunakan mesin untuk mengolah bahan mentah menjadi bahan siap pakai.

Intinya, revolusi ini berhasil merubah sistem kerja manusia dari tenaga otot menjadi tenaga mesin,” ujar Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Majalengka ini, Minggu (26/09/2021).

“Revolusi industri sendiri seperti diketahui sudah memasuki 4 tahapan perubahan. Pertama, revolusi industri 1.0 itu ditandai dengan penemuan mesin uap dan manufaktur sekitar abad ke 18. Lalu, Revolusi Industri 2.0 pada abad ke-19 dengan adanya produksi massal dan ditemukan mesin listrik. Lalu, revolusi industri 3.0 adanya komputer dan teknologi informasi abad 21.” jelasnya.

“Ada beberapa profesi pekerjaan yang masih bertahan dalam memasuki Revoulusi Industri 4.0 itu yakni Industri kreatif, IT, profesional, manager, pelayanan kesehatan, pendidikan dan jasa konsutruksi.Sedangkan profesi di lain itu kemungkinan terkikis oleh pesatnya perkembangan zaman,” lanjutnya.

Maka dari itu perlu adanya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, kreatif, dan inovatif. Karena revolusi industri keempat ini telah membawa inovasi teknologi perubahan yang fundamental,terhadap semua sendi kehidupan masyarakat.

Dimana saat ini banyak aktivitas manusia yang sudah digantikan oleh teknologi digital, bahkan ada beberapa yang sudah digantikan dengan robot dan dikendalikan smarphone.

“Untuk itu menghadapi revolusi industri keempat ini yang bersamaan dengan bonus demografi, generasi NU Majalengka tidak hanya menyerap ilmu lembaga formal dan non formal,tapi harus terus mengasah dan memiliki keterampilan lebih diluar kegiatan akademik, seperti keterampilan berkomunikasi, public speaking, berorganisasi, IT dan lainnya,” pungkasnya.

Ketua IPNU Kabupaten Majalengka Syifa Nachdillah Syaechu menambahkan, kegiatan Lakmud ini merupakan ajang pengembangan diri dan rasa memiliki organisasi bagi kader IPNU dan IPPNU. Sehingga diharapkan dari kegiatan ini dapat meningkatkan skill berorganisasi, guna mencetak kader yang militan, progresif, responsif, inovatif, berkualitas dan kader yang mampu meneruskan estafet kepemimpinan IPNU-IPPNU Majalengka di masa mendatang. (Emma)

Editor : Neneng Tsamrotussa’adah

News Feed