oleh

Generasi Muda Sebagai Penerus Bangsa Harus Berperilaku dan Bersikap Sopan Santun

buletinindonesianews.com
CIAMIS, Jabar — Adanya kekhawatiran mulai lunturnya sikap generasi muda sebagai penerus bangsa dalam berperilaku dan bersikap sopan santun, sejumlah anggota komunitas Indonesia santun (KIS) menggelar aksi bagi-bagi stiker untuk mensosialisasikan himbauan bersopan santun, himbauan tersebut terdiri dari 5 S (Salam, Salim, Sapa, Sopan dan Santun).

Aksi tersebut berlangsung di sejumlah titik, mulai jalan-jalan protokol dan tempat-tempat keramaian di wilayah Kabupaten Ciamis dengan menyasar warga khususnya para pemuda, Kamis (02/08/2021).

Salah seorang anggota KIS, Rifki (28) mengatakan, aksinya itu berangkat dari fenomena bagaimana generasi muda saat ini yang sudah mulai pudar dalam hal bersopan santun, juga sebagai salahsatu upaya mengkampanyekan untuk “Menuju Indonesia Santun”.

“Aksi yang kami laksanakan ini karena ada kekhawatiran mulai lunturnya sikap generasi muda sebagai penerus bangsa dalam berperilaku dan bersikap sopan santun, padahal sikap sopan santun itu sangat menunjukan adat ketimuran bangsa kita,” katanya.

Menurutnya, orang Indonesia dikenal dengan keramahan dan sopan santun yang kental dengan adat ketimurannya, untuk itulah citra keramahan tamahan inilah yang menjadi magnet para pelancong asing untuk berwisata ke Indonesia.

“Sejak awal Agustus kami laksanakan aksi ini, intinya kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menanamkan sikap sopan santun, khususnya kepada generasi muda,” jelasnya.

Dijelaskan Rifki, pihaknya mengajak kepada generasi muda dan mengiingatkan untuk mulai menanamkan sopan santun dikalangan keluarga sehingga berimplikasi kepada sikap sopan santun baik terhadap orang tua, guru, ulama, orang lain
bahkan sopan santun terhadap pemerintah, ini juga mendorong kemajuan bangsa karena dengan sikap sopan santun terutama dalam berdemokrasi.

Diakuinya, tidak dipugkiri mayoritas aksi penyampaian aspirasi kepada pemerintah didominasi oleh aksi yang dilakukan pemuda, terutama mereka yang tergabung dalam sejumlah aliansi mahasiswa,

“Dengan melaksanakan sopan santun dalam menyampaikan pendapat dimuka umum akan lebih tertib tanpa adanya pihak-pihak yang dirugikan akibat aksi anarkis serta caci maki tanpa menjunjung tinggi norma kesopanan yang selama ini ada dan berkembang di Indonesia,” ungkapnya.

“Jika penyampaian aspirasi dilakukan dengan sopan santun, tanpa anarkis dan caci maki yang bisa merugikan pihak lain tentu akan menciptakan kondusifitas dan kenyamanan dalam menyampaian aspirasinya,” pungkasnya.

Rifki berharap dengan menjunjung sopan santun, selain tetap mempertahankan ciri khas budaya ketimuran juga akan mampu menciptakan suasana kondusif dalam berbagai hal. (Nank Irawan*)

News Feed