Gugus Tugas Kota Banjar Putuskan Kembali Perpanjang PSBB Setelah Walikota Umumkan Diakhiri dan Sambut Persiapan AKB

Gugus Tugas Kota Banjar Putuskan Kembali Perpanjang PSBB Setelah Walikota Umumkan Diakhiri dan Sambut Persiapan AKB

Buletin Indonesia News,

Banjar,– Kesiapan pemerintah kota Banjar untuk memberlakukan Adaptasi kebiasaan baru (AKB) rupanya terkendala. Hari ini berdasarkan surat keputusan walikota no 443/183/2020 tentang perpanjangan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan penanggulangan Corona virus disease 2019 (Covid-19) di wilayah kota Banjar, pemerintah kota Banjar kembali memutuskan memperpanjang PSBB sampai 12 Juni mengikuti PSBB Jawa Barat.

Hal ini cukup mengejutkan publik dimana pada selasa sore, 2 Juni lalu walikota sempat mengumumkan bahwa PSBB jilid dua resmi diakhiri dan menyatakan pemerintah bersama forkopimda tengah menyiapkan launching persiapan new normal hari ini, Kamis (3/7).

Saat dihubungi, wakil walikota Banjar, H Nana Suryana, menjelaskan bahwa walikota tidak bisa melawan keputusan provinsi mengenai belum siapnya kota Banjar memberlakukan AKB.

“Sebetulnya PSBB, kan menyesuaikan dengan masa inkubasi virus yaitu 14 hari, sementara kota Banjar memutuskan mengikuti PSBB provinsi sampai 12 Juni nanti. Saya sebetulnya sudah menyarankan gugus tugas untuk mempersiapkan AKB tanpa memperpanjang PSBB karena pada data yang dirilis provinsi, kota Banjar sudah ada di level 2 atau zona biru dimana gubernur sudah mengijinkan kota untuk mempersiapkan AKB, jadi kita fokus dipersiapan Perwal, kepwal dan ijin dari kementrian kesehatan. Sementara untuk perpanjangan PSBB menyesuaikan saja dengan surat edaran provinsi,” ungkapnya.

Wakil walikota kemudian menegaskan bahwa launching persiapan AKB bukan dibatalkan, melainkan diundur sampai semuanya selesai disiapkan pemerintah dan pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan para pelaku usaha guna menyesuaikan pemberlakuan perpanjangan PSBB tersebut.

“Nanti akan dibuatkan surat pernyataan bagi para pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan maka akan disanksi dengan penutupan usahanya. Pelanggaran bukan hanya untuk pelaku usaha yang tidak menerapkan prosedur, tapi juga bila ditemukan toko/swalayan masih membiarkan pengunjungnya masuk tanpa masker dan phisycal distancing maka pelaku usaha juga akan ditetapkan sebagai pelanggar karena telah mengabaikan prosedur,” pungkasnya.

Imbas perpanjang PSBB jilid 3 yang akan berlangsung selama 10 hari tersebut, membuat sejumlah pelaku usaha gigit jari karena pemberlakuan jam operasional masih akan dilakukan kendati sudah menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan usahanya.

Hal tersebut diutarakan Misro, manajer toserba Samudra. Misro mengatakan pihaknya akan tetap mengikuti kebijakan pemerintah kendati pihaknya berharap agar pemerintah juga bisa mempertimbangkan nasib karyawan toserba yang pendapatannya turun terdampak Covid-19.

“Kami berharap pemerintah tidak salah ambil kebijakan,” ujarnya. Hal senada dikatakan kepala personalia toserba Pajajaran, Teguh Hartanto.

” Kalau dibatasi terus sih tetap saja kasihan ke karyawannya karena tentunya pemasukan berkurang , kalau memang sudah zona biru dan ketentuannya memang untuk kegiatan perekonomian dibuka secara normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, kita setujui. Hasil rapat sebelumnya kami dihimbau untuk mengikuti edaran Walikota sebelumnya mengenai pemberlakuan jam operasional yaitu buka jam 10 pagi dan tutup jam 5 sore. Sampai hari ini Pajajaran dan Yogya tetap mengikuti pemberlakuan jam operasional dan toserba tutup jam 5 sore walau sudah menerapkan protokol kesehatan, sesuai anjuran pemerintah, mungkin efektif perubahannya besok ya” tutupnya.


(Susi)

BULETIN INDONESIA NEWS

%d blogger menyukai ini: