oleh

Hadiri Pelantikan PPS, Wabup Ciamis Titipkan Netralitas Kepada Anggota PPS

Buletin Indonesia News.com

CIAMIS, Jabar– Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra menghadiri acara Pelantikan Badan Adhoc Penyelenggara Pemilu Tahun 2024 PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang digelar oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) Ciamis di Gedung KH. Irfan Hielmy, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Selasa (24/01/2023).

“Saudara-saudara adalah orang terpilih dan orang terbaik yang diberikan kepercayaan dan kehormatan oleh negara untuk ikut menentukan nasib bangsa dan negara selama 5 tahun kedepan, baik tidaknya nasib suatu bangsa dan negara. Salah satunya itu tergantung dari pelaksanaan Pemilunya, apabila Pemilunya berjalan dengan baik dan benar. Insya Allah nasib bangsa dan negaranya pun akan semakin baik dan benar,” ujar Yana dalam sambutannya.

Yana berpesan kepada para anggota PPS yang telah dilantik, agar menjaga kepercayaan baik dari publik maupun negara.

“795 orang berkumpul di sini dilantik menjadi PPS se-Kabupaten Ciamis yang akan ikut ambil bagian secara langsung dalam Pemilu di Kabupaten Ciamis, jadi tolong jaga kehormatan dan kepercayaan dari negara ini. Sebuah Pemilu yang baik dan benar tentunya khususnya untuk para penyelenggara Pemilu yang aturannya terlebih dahulu, jadi para penyelenggara pemilu dari mulai tingkat pusat Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, dan Desa harus tahu, harus paham, dan harus melaksanakan tata aturan kaitan dengan Pemilu itu sendiri,” katanya.

Foto: Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra Saat Menyampaikan Sambutannya

“Alhamdulillah, ke depan nanti akan ada pembekalan semacam Bimtek. Kalau di Kabupaten Ciamis untuk seluruh PPK yang di Kabupaten Ciamis itu agar bagaimana PPK dan PPS di Kabupaten Ciamis ini tahu paham dan melaksanakan aturan-aturan yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan Pemilu, jadi apabila saudara-saudaraku sudah paham terus melaksanakannya Insya Allah ini adalah salah satu syarat terlaksananya pemilu yang baik,” sambungnya.

Yana mengharapkan, agar para anggota PPS nanti bersikap netral dan tidak berpihak kepada satu golongan atau kelompok di Pemilu 2024 nanti.

“Saya berharap fakta integritas yang dibacakan tadi itu betul-betul bisa diimplementasikan dan diterapkan dalam penyelenggaraan Pemilu nantinya, meskipun tentunya pasti ada lah iming-iming di Pemilu pasti ada. Tapi ketika tadi sudah paham aturan dan aturan itu menjadi pegangan, kemudian yang harus menjadi perhatian oleh kita semua adalah masalah netralitas dari penyelenggara pemilu dan pemerintah nitip netralitas,” harapnya.

(Reporter : *Tegar Anjar Abadi & *Arrizal Adam Gunawan Putra)