oleh

HB Alias Atok Rembo 56 Tahun Setubuhi Anak Di Bawah Umur

Buletinindonesianews.com

Sungailiat, Bangka — Atok Rembo umur 56 Tahun tega menyetubuhi anak dibawah umur di semak – semak dikawasan jeliti Kecamatan Sungailiat lalu korban bunga  ditinggalkan disemak semak pada Rabu (20/10/2021).

Kejadian pada hari Rabu tanggal 20 Oktober 2021 sekira jam 08.00 Wib pelaku atas nama HB Als Atok Rembo datang kerumah korban yang pada saat itu ayah dan ibu sikorban sedang tidak berada dirumah.

lalu pelaku Atok R mengajak korban yang merupakan anak kandung dari pelapor untuk kerumah pelaku yang meminta membantu mencuci piring dirumah pelaku.

“Pada saat dirumah pelaku, pelaku memeluk serta mencium pipi korban sebanyak tiga kali, setelah itu korban pulang kerumahnya yang bertetangga dengan pelaku, tidak lama kemudian pelaku datang kerumah korban dengan menggunakan sepeda motor dan mengajak korban untuk pergi makan mie ayam yang ketika itu korban merasa lapar lalu mengikuti ajakan pelaku.

Saat dalam perjalanan pelaku menghentikan sepeda motor yang dikemudikannya dan masuk kedalam semak-semak dilingkungan jelitik Sungailiat kemudian pelaku menyuruh korban untuk berbaring yang kemudian pelaku membuka celana korban dan memasukan jari tengah kanan pelaku kedalam kemaluan korban, selain itu pelaku juga meremas kedua payudara korban dan juga menciumi korban .

Setelah itu tidak lama kemudian pelaku memberikan uang sebesar dua puluh ribu rupiah kepada korban dan meminta agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapapun, lalu pelaku  meninggalkan korban sendirian di semak-semak sedangkan pelaku pulang dengan menggunakan sepeda motor.

Kemudian korban menangis karena ditinggalkan sendirian dan ditemukan oleh warga yang sedang melintas dan diantar pulang ke rumah Ibu RT 01 Parit Pekir, kemudian korban dan orangtuanya melaporkan ke Polsek Sungailiat selanjutnya oleh Unit Polsek Sungailiat di limpahkan ke Unit PPA, setelah diserahkan ke Unit PPA korban dan Tersangka mengakui bahwa kemaluan korban ada di masukkan jari tengah tangan kiri tersangka sebanyak 1 kali,

Kemudian datanglah istri tersangka ke polres Bangka menemui pelapor dan memohon meminta maaf sehingga pelapor tidak jadi membuat laporan polisi,

Selanjutnya pada hari kamis tanggal 21 Oktober 2021, saat itu korban  pergi kesekolah dan menangis, kemudian wali kelas korban menanyakan mengapa korban menangis, lalu korban mengatakan kepada wali kelas korban bahwa selain ada di masukkan jari ternyata tersangka juga ada menyetubuhi korban sebanyak 2 kali.

Atas pernyataan korban tersebut, pada hari jumat tanggal 22 oktober 2021 wali kelas korban berinisiatif untuk memeriksakan korban apakah masih perawan atau tidak, dan didapat lah hasil bahwa selaput darah korban sudah robek dan akhirnya pelapor melaporkan kejadian tersebut.

Pelaku dijerat UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak Pasal 81 Ayat (2) Pasal 76 D UU RI No.35 Jo UU RI No.17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang.

(Red)

News Feed