oleh

Ibu-Ibu di Tasikmalaya Menjadi Korban Investasi Bodong

Buletin Indonesia News.com

TASIKMALAYA, Jabar – Sejumlah ibu-ibu korban dari investasi bodong di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mulai menagih janji. Para ibu-ibu tersebut datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tasikmalaya, dengan melaporkan seorang berinisial N, admin dari sebuah perusahaan yang diduga  menjadi salah satu pelaku investasi bodong.

Para ibu-ibu tersebut mendatangi ruang SPKT dengan tangis histeris, beberapa korban menanyakan nasib investasi tersebut. Mereka berdiri dan saling berpelukan sambil menangis.

R, salah satu korban investasi bodong tersebut mengaku telah tergiur dengan ajakan investasi yang ditawarkan oleh N. Dia sengaja memakai aplikasi Pinjol (Pinjaman Online), dengan melakukan tawaran keuntungan antara 15-25% per-transaksi.

“Kami tergiur karena dia lihatin pabriknya, packingnya, dan lainnya. Jadi kami yakin, kan dia palai limited aplikasi. Kita itu buat bisnis jual beli tas impor, jadi percaya,” kata R.

Kuasa Hukum Korban Saeful Wahid Muharom mengatakan, bahwa para ibu-ibu ini merupakan korban dari investasi bodong tersebut. Dia mendapatkan amanah untuk memperjuangkan nasib para kliennya itu.

“Kami melaporkan dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, Pasal 28 ayat 1 UU ITE. Terhadap seseorang yang berinisial N dan juga melaporkan tindak pidana penipuan kedok investasi,” kata Saeful.

Pengacara dari Law Firm Yogi Muhammad dan partner tersebut melaporkan mengenai investasi yang telah ditawarkan oleh pihak perusahaan, para ibu-ibu ini mengaku tergiur oleh penawaran investasi tersebut dengan modusnya yaitu, tanam modal (Cari Cuan Sambil Rebahan).

Total uang yang berhasil dikumpulkan oleh 16 ketua member, dan ratusan korban investasi tersebut mencapai angka Rp 8 miliar.

“Klien saya ini sebagai ketua member, memiliki anggota sekira 200 orang. Total kerugian mencapai Rp 1,7 miliar dari penipuan investasi dan deposito ini,” ujar Saeful.

Dalam melakukan aksinya, N menawarkan beberapa investasi dengan diimingi oleh keuntungan yang membuat para korban ini tergiur. Untuk menarik nasabah, N sengaja melakukan postingan beberapa barang branded. Seperti tas impor, termasuk mengakui mempunyai beberapa aset yang berharga seperti gudang.

“Saya belum memastikan, apakah barangnya ada atau tidak. Maka, kami juga melaporkan tokonya juga. Khawatir ada kong kalikong,” ucap Saeful.

IPTU Iwan Darmawan Kepala SPKT Polres Tasikmalaya mengatakan, bahwa dia telah menerima laporan dan pengaduan dugaan kasus investasi bodong tersebut. Pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan satuan terkait.

“Kami akan segera koordinasi dengan Reskrim,” kata IPTU Iwan.