Identitas Korban Penyiraman Air Keras Terungkap, Kasus Berkembang Ke Dugaan Persaingan Antar Copet

Identitas Korban Penyiraman Air Keras Terungkap, Kasus Berkembang Ke Dugaan Persaingan Antar Copet

BINews

Banjar, – Kasus penyiraman air keras yang terjadi selasa malam (15/9/20) kemarin terhadap seorang pria bertato yang mengaku jamaah pengajian UAS akhirnya mulai terkuak.

Sebelumnya, pria ini mengaku disiram air keras oleh orang yang tak dikenal, namun keterangannya berubah lagi dan menyebut bahwa temannya, Ag, yang telah melakukan penyiraman air keras, terhadapnya.

Kepada tim kepolisian, pria yang di KTPnya tertera bernama Saeful Rohman ini mengatakan bahwa sebelumnya dirinya cekcok dengan Ag karena masalah kedekatannya dengan mantan istri Ag, sehingga Ag berang dan melakukan tindakan sadis dengan menyiramkan cairan berbahan kimia tersebut ke wajahnya.

AKP Budi Nuryanto, Kasat Reskrim Polres Banjar

Saat didalami, pihak kepolisian melalui kasat reskrim AKP Budi Nuryanto, S.Pd mengungkap identitas asli korban penyiraman air keras tersebut.

“karena keterangan korban yang kurang jelas, kami akhirnya melakukan mambis sidik jari dan diketahui bahwa ternyata Saiful Rohman tersebut adalah identitas palsu. KTP abal-abal tersebut menyebutkan korban merupakan warga Cirebon,” ungkap AKP Budi

Sementara hasil mambis sidik jari, korban ternyata bernama Duro yang terdata sebagai warga Rt 2 Rw 6 Kelurahan Jakarta Pusat. Diketahui, korban merupakan residivis dua kali tindak pidana pasal 362 KUHP, sambung Kasat Reskrim

Berdasarkan keterangan saksi di TKP, diceritakan Kasat Reskrim bahwa korban sempat terlibat cekcok dengan seorang pria dan kemudian terjadilah aksi penyiraman air keras yang dilakukan Ag kepada korban.

“saksi sempat mendengar pernyataan copet dari cekcok tersebut dan setelah insiden tersebut ditemukan sebuah dompet milik Sunita di TKP,” cetusnya.

Rupanya, dompet tersebut merupakan hasil curian setelah dikonfirmasi kepada pemiliknya. Hal tersebut diakui langsung oleh Sunita (57), warga Rt 1 Rw 2 lingkungan Jelat kelurahan Pataruman kota Banjar saat dikonfirmasi perihal dompet miliknya yang diketemukan di TKP bersama korban penyiraman air keras.

Sunita (57) korban pencopetan di pengajian UAS

“Saat pulang mengikuti pengajian memang berdesak-desakan sehingga saya tidak sadar bahwa tas saya dicopet, saya baru sadar setelah sampai rumah dan kemudian ada beberapa polisi yang mengantarkan langsung ke rumah,” cerita Sunita kepada Buletin Indonesia News dirumahnya.

Sunita sempat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian dan kini kesaksiannya atas hilangnya dompet miliknya seusai mengikuti pengajian mengerucut terhadap dugaan adanya persaingan antar copet yang menjadi dasar cekcok antara Saeful Rohman alias Duro dengan Ag.

“Saeful alias Duro memberi keterangan janggal saat mengatakan motif perempuan yang menjadi cekcok antara dirinya dengan Ag, tapi dia sendiri tidak tahu alamat Ag maupun perempuan tersebut jadi dugaan sementara kami ke persaingan antar pencopet tapi kasusnya masih kami dalami lagi untuk mencari bukti-bukti lainnya,” imbuh Kasat Reskrim.

(Susi)

Admin BIN