oleh

Ini Alasan iPhone Lambat Masuk Indonesia

-IPTEK-50 views

Buletin Indonesia News

Jakarta,– Brazil dan Macau sebagai Negara/regional yang memiliki Apple Store jadi langganan tidak dapat prioritas pemasaran produk Apple terbaru. Kondisi yang serupa dialami Indonesia, tapi bedanya Indonesia tidak memiliki Apple Store. Pasar Indonesia selalu dapat giliran kesekian saat peluncuran produk Apple terbaru, tidak hanya iPhone X yang sudah pasti “telat” masuk Indonesia. .

Lambatnya penetrasi iPhone masuk ke pasar Indonesia punya banyak alasan. Salah satunya ialah terkait regulasi. Aturan itu antara lain Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82/M-DAG/PER/12/2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld), dan Komputer Tablet.  Kemudian direvisi dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 41/M-DAG/PER/5/2016 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82/M-DAG/PER/12/2012.

Investasi senilai Rp250-400 miliar mendapatkan nilai TKDN 20 persen, investasi senilai Rp400-550 miliar setara dengan nilai TKDN 25 persen, investasi senilai Rp550-700 miliar setara dengan TKDN 30 persen, investasi senilai Rp700 miliar hingga Rp1 triliun mendapatkan nilai TKDN 35 persen, dan investasi lebih dari Rp1 triliun mendapatkan nilai TKDN 40 persen.

Namun bila ditarik ke belakang, semua aturan itu untuk mendukung Peraturan Menteri (Permen) Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Nomor 27/2015 tentang Batasan Persentase TKDN bagi Perangkat 4G LTE dan Spesifikasi Teknis Pengujian Perangkat Telekomunikasi berbasis 4G/LTE. Peraturan itu secara tegas mewajibkan TKDN untuk ponsel 4G adalah 20 persen pada tahun 2016 dan 30 persen untuk tahun 2017.

Produk iPhone 7, merupakan produk bikinan Apple pertama yang terkendala aturan TKDN. Ini menyebabkan produk itu baru masuk 6 bulan kemudian secara resmi ke Indonesia. Apple memang tak berdiam diri, mereka membikin kantor riset dan inovasi di BSD Green Office Park, BSD City, Tangerang Selatan, Banten. Tujuannya dalam rangka investasi untuk memenuhi TKDN yang disyaratkan pemerintah agar produk mereka bisa masuk pasar Indonesia.

Dalam tiga tahun mendatang, Apple rencananya akan membangun kantor R&D secara bertahap di Indonesia dengan nilai investasi sebesar $44 juta atau setara dengan kira-kira Rp 596,2 miliar. Ini artinya investasi Apple tersebut setara dengan pemenuhan 30 persen TKDN. Namun, saat pusat R&D belum selesai, Apple telah mendapat kesempatan memasukkan iPhone 7.

I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, Kementerian Perindustrian, menegaskan tak ada dispensasi bagi Apple untuk memasukkan produk mereka ke Indonesia, selama proses pemenuhan TKDN lewat skema pembangunan R&D. Putu menegaskan, kementeriannya memberikan pemenuhan persyaratan TKDN sesuai hasil verifikasi surveyor terhadap sebuah entitas bisnis ponsel impor yang masuk Indonesia.

“Mereka (Apple) mulai mengikuti skema tersebut (memenuhi TKDN dari skema investasi) bulan September 2016 dan baru bisa memenuhi TKDN sekitar bulan Agustus 2017,” ungkapnya.

Apakah ini artinya iPhone X masuk Indonesia hanya tinggal menunggu waktu saja?

Sumber : Tirto.id

Komentar

News Feed