oleh

Insentif JP Nakes Tak Kunjung Cair, Pihak RSUD Dr. (H.C) Ir. Sukarno Prov. Babel Diadukan Masyarakat ke KPK.

Pangkalpinang, buletinindonesianews.com — Pihak RSUD Dr. (H.C) Ir. Sukarno Provinsi Bangka Belitung diadukan oleh masyarakat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terkait insentif nakes yang selama Sembilan (9) Bulan dari Tahun 2020 belum di bayar. Dan sesuai informasi yang media ini peroleh, laporan masyarakat ke KPK tersebut sudah terverifikasi, dan tinggal di tindak lanjutin oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan keterangan diatas, Buletin Indonesia News berhasil menemui dan mewawancarai sumber yang mengadukan dugaan penyelewengan dana insentif nakes ke KPK dengan no aduan A-20210701926.  Menurut (NS) masalah tersebut sudah dia adukan langsung ke Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan di respon dengan baik.

“Sudah saya adukan ke KPK, perihal dugaan penyelewengan dana insentif Jasa Pelayanan tenaga medis di RSUD Dr. (H.C) Ir. Sukarno Prov. Babel, dengan no registrasi  A-20210701926, dan laporan saya sudah di respon, saya tinggal menunggu tindak lanjut dari pihak KPK,” Ungkap NS di kediaman nya kepada awak media. Saptu, (10/07/2021)

Foto sumber google

Sementara Plt. Dirut RSUD. Dr. (H.C) Ir. Sukarno Prov. Babel Dr. Armayani Rusli saat di hubungi buletinindonesianews.com, melalui telepon cellular dan pesan singkat WhatsApp tidak menjawab dan merespon  saat media ini meminta konfirmasi terkait pengaduan masyarakat ke KPK. Saptu, (10/07/2021)

Begitu juga di hari yang sama sekertaris Plt. Dirut RSUD (H.C) Ir. Sukarno Prov. Babel Angga yang sebelumnya di beri kuasa untuk menjawab, saat di hubungi melalui pesan singkat WhatsApp, ternyata tidak memberikan tanggapan secara detail, malah melemparkan nya ke Wadir Keuangan dan Umum. Karena menurutnya yang berhak memberi tanggapan  wadir keuangan dan perancanaan.

“Alhamdulillah dan terima kasih bang, itu tanggapan saya, abang ke RSUP saja langsung, nanti Angga temukan dengan Wadir Keuangan dan Umum, agar abang dan tim bisa ketemu jawabanya, terima kasih bang semoga insentif kami cepat cair,” kata Angga melalui pesan singkatnya.

Di beritakan sebelumnya, jika insentif Jasa Pelayanan (JP) Nakes di RSUD. Dr. (H.C) Ir. Sukarno Prov. Babel selama Sembilan (9) Bulan dari Tahun 2020 belum di bayar, sementara menurut sumber yang tidak mau di sebutkan namanya, dana klaim BPJS telah cair, dan sudah masuk ke kas RSUP Babel.

“Uang dari BPJS itu setiap beberapa Bulan sekali sudah masuk ke kas rumah sakit bang, tapi kok pencairan nya nggak pernah ada ke kita, selama ini pencairan jasa pelayanan jasa medis itu orang pusat nggak tahu bang, jadi yang ngurus orang rumah sakit ini lah, jadi tahu uang nya udah cair tapi pembagian nya nggak nyampai ke kita, gitu bang,” Ungkap sumber beberapa hari yang lalu.

“Uang nya itu sering di gunakan untuk keperluan yang lain, alasan nya untuk pembangunan itu lah pembangunan ini lah, tapi yang saya dengar sekarang akan diusut oleh keuangan kita yang baru ini bang,” Jelasnya lagi.

Sementara keterangan dari Plt. Dirut RSUD Dr. (H.C) Ir. Sukarno Dr. Armayani Rusli sendiri, mengatakan kalau uang tersebut ada dan di simpan di Bank.

“Duitnya ada pak, saya simpan di Bank, saya  bilang sama bendahara yang baru jangan di kotak katik duit itu,” Kata Armayani kepada awak media saat bertemu di sebuah rumah makan di kota Pangkalpinang. Selasa, (06/07/2021) beberapa hari yang lalu kepada Buletin Indonesia News

Disinggung mengapa sampai tertahan dan begitu lama insentif Jasa Pelayanan nakes belum di bayar, Armayani mengatakan kalau Kasubag keuangan yang lama itu tidak bisa mengalokasikan anggaran yang ada.

“Pengelolaan keuangan yang lama itu, kasubag keuangan itu tidak bisa mengalokasikan , jadi begini loh pak, di BLUD itu setiap kegiatan kan harus dialokasikan sama dengan di APBD, dan dia tidak memasukan anggaran itu ke APBD,” Jelasnya kemudian.

Penulis : Edoy

News Feed