oleh

Jokowi Perintahkan BMKG Antisipasi Dampak Serius Perubahan Iklim

Buletin Indonesia News.com

JAKARTA, — Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi risiko perubahan iklim dan dampaknya secara menyeluruh. Perintah diberikan ditengah tantangan perubahan iklim yang disebut Jokowi berada pada kondisi yang kritis.

Menurut Jokowi, BMKG punya peran sangat strategis untuk penanganan perubahan iklim, antara lain terkait monitoring, prediksi, dan peringatan dini kondisi cuaca serta iklim ekstrem.

Selain itu, Ia meminta BMKG memperkuat layanan informasi dan literasi, terutama di wilayah pertanian dan perikanan. Sehingga petani dan nelayan bisa mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrim.

“Perluas cakupan forum sekolah lapang iklim dan sekolah lapang cuaca nelayan sehingga bisa memberi dampak signifikan,” kata Jokowi.

Jokowi mengutip data World Meteorological Organization yang menyatakan indikator perubahan iklim dan dampaknya di tahun 2021 makin memburuk. Di mana 7 tahun terakhir, kata dia, telah menjadi 7 tahun dengan suhu terpanas. 

Dampak perubahan iklim, menurut Jokowi, sangat luas dan multi-sektoral. Salah satu dampak itu adalah terjadinya bencana alam dan timbulnya ancaman ketahanan pangan.

“FAO (Badan Pangan Dunia) menyebutkan lebih dari 500 juta petani usaha kecil yang memproduksi lebih dari 80 persen sumber pangan dunia merupakan kelompok yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Hati-hati, ini persoalan yang sangat serius, perlu penanganan yang komprehensif, perlu antisipasi sedini mungkin, secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya,” ucap Jokowi.