oleh

Jumlah Kasus DBD Tinggi, Bupati Ciamis Keluarkan Surat Edaran

Buletin Indonesia News.com

CIAMIS, Jabar – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ciamis mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis, hingga 1 November 2021 terdapat 203 kasus atau penderita dan 1 kasus diantaranya meninggal dunia.Kenaikan kasus DBD terjadi pada bulan September dan Oktober, pada bulan Agustus hanya ada 14 kasus baru.

Namun menginjak bulan September angkanya melonjak hingga 39 kasus baru. Seiring dengan tingginya intensitas hujan, angka kasus DBD Ciamis bertambah ada 50 kasus baru pada bulan Oktober 2021.

Berikut beberapa wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang memiliki kasus DBD terbanyak, antara lain perkotaan Ciamis 48 kasus, Imbanagara sebanyak 33 kasus, Cikoneng ada 18 kasus, Handapherang 13 kasus, Kecamatan Baregbeg 12 kasus dan Sindangkasih hanya 10 kasus. Sedangkan pasien yang paling banyak terkena DBD itu pada usia rentang 15 tahun sampai 44 tahun dengan jumlah 92 orang.

Dengan tingginya kasus tersebut, Bupati Ciamis, DR. H. Herdiat Sunarya, telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang kesiapsiagaan dalam mengantisipasi peningkatan kasus DBD dan Chikungunya pada musim pancaroba.

Dalam Surat Edaran Bupati Ciamis Nomor : 440/1300-a – Dinkes/2021 tertanggal 06 Oktober 2021 tersebut, disebutkan perlu adanya penanganan kesiapsiagaan dari semua sektor.

Langkah kesiapsiagaan dimulai dari jajaran puskesmas dan pemerintah setempat dengan memperkuat pelaksanaan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dengan melibatkan segenap anggota keluarga agar berperan sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di rumah masing-masing.

Dalam SE tersebut Bupati juga memerintahkan untuk melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M Plus di lingkungan rumah, perkantoran, tempat kerja, sekolah dan tempat-tempat umum, yaitu dengan melaksanakan kegiatan menguras, menutup tempat penampungan air dan memanfaatkan/mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat penampungan air.

Plus mencegah gigitan nyamuk dengan memasang kasa nyamuk pada ventilasi rumah, menggunakan cairan anti nyamuk oles atau semprot (Spray), memberantas jentik nyamuk dengan larvasida di genangan air dan menanam tanaman pengusir nyamuk.

Bupati juga menghimbau agar warga Kabupaten Ciamis harus selalu waspada, terapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan membasmi sarang nyamuk untuk mencegah penyebarannya.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kabupaten Ciamis, Eni Rochaeni (Dokter Cinta), Kamis (04/11/2021) mengatakan dalam dua bulan terakhir kasus DBD baru cukup tinggi, untuk itu Ia juga mengingatkan warga agar selalu waspada dan ikut berupaya dalam PSN.

“Dalam penanggulangan DBD ini perlu dengan pendekatan keluarga yakni G1R1J, melaksanakan fogging bukan merupakan satu-satunya cara untuk memberantas sarang nyamuk,” katanya.

Diungkapkannya, untuk mencegah mereka dari ancaman penyakit DBD tersebut, masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan sehingga tidak terjadi kemungkinan genangan air yang bisa memunculkan jentik nyamuk Aedes Aegpty, penyebab penyakit demam berdarah.

“Tentunya kita harus menjaga kebersihan sekitar, seperti membersihkan tempat yang jadi sarang nyamuk, menguras bak mandi agar tidak munculnya jentik nyamuk, kemudian mengubur sampah-sampah di sekitar,” katanya.

Dijelaskan Dokter Cinta, dalam melalukan PSN ini masyarakat bisa mengawalinya dengan menggalakan gerakan Jumat Bersih (Jumsih), baik rumah pribadi, lingkungan maupun di ruang-ruang publik lainnya.

“G1R1J mendorong setiap rumah memiliki anggota keluarga yang memantau jentik nyamuk dan pemberantasan sarang nyamuk. Kepala keluarga menjadi penanggung jawab lalu menyampaikan laporannya,” pungkasnya. (Nank Irawan**)

News Feed