Jumlah Pasien Terkomfirmasi Positif Bertambah dan Angka Kematian PDP tinggi, Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjar Gelar Jumpa Pers

Jumlah Pasien Terkomfirmasi Positif Bertambah dan Angka Kematian PDP tinggi, Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjar Gelar Jumpa Pers

Buletin Indonesia News,

Banjar, — Kota Banjar hari ini kembali mengumumkan penambahan 2 pasien terkomfirmasi positif dari luar kota Banjar yang ditangani RSUD kota Banjar sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. Keduanya merupakan remaja putri usia 16 tahun asal Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis dan lansia asal Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran.

Data peta Covid-19 Kota Banjar

Pasien asal Kecamatan Banjarsari sebelumnya dirawat di RSUD dengan status PDP yang kemudian terkomfirmasi positif berdasarkan hasil SWAB hari ini. Remaja ini baru kembali dari pondok pesantren disalah satu daerah di Jawa barat. Sementara pasien dari Kecamatan Parigi sebelumnya pernah berobat di Puskesmas Selasari sampai kemudian dirujuk ke RSUD Kota Banjar dan masih menjalani perawatan.

Dengan demikian, total 10 kasus terkomfirmasi positif ditangani RSUD Kota Banjar dan kabar baiknya 1 pasien positif asal desa Waringinsari Kecamatan Langensari sudah dinyatakan sembuh menyusul 2 pasien sebelumnya asal Kelurahan Karangpanimbal dan Kecamatan Pamarican.

Dari keterangan wakil walikota Banjar, Nana Suryana, didampingi Kapolresta Banjar, sekda kota Banjar dan ketua DPRD kota Banjar kepada sejumlah awak media dalam jumpa pers di sekretariat Satgas Covid-19 Kota Banjar, diketahui total jumlah PDP yang meninggal sudah mencapai 21 orang dengan catatan 10 warga Kota Banjar dan 11 diantaranya warga luar Kota Banjar.

Dengan tingginya jumlah kematian yang menimpa PDP dan terkomfirmasi positif, Nana berharap masyarakat lebih meningkatkan kepatuhannya terhadap himbauan pemerintah.

“Kuncinya berakhir pandemi ini adalah dengan kepatuhan warga akan himbauan pemerintah untuk dirumah saja dan bagi yang beraktivitas diluar dalam kepentingan mencari nafkah atau belanja kebutuhan pokok tetap menggunakan APD dan rajin cuci tangan. Pemerintah saat ini sudah bersiap untuk menurunkan anggaran Jaring pengamanan sosial untuk membantu warga terdampak Covid-19,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana pun menyatakan akan menindak tegas warga yang masih berkeliaran dan berkerumun apalagi tanpa APD disarana publik.

“Kami akan terus menertibkan masyarakat yang masih memenuhi ruang-ruang publik dalam rangka ngabuburit,” tegasnya.

(Susi)

BULETIN INDONESIA NEWS

%d blogger menyukai ini: