oleh

Kabar Baik Untuk Ribuan Guru Non PNS Ciamis Tahun 2021

Foto : Ilustrasi_nt

www.buletinindonesianews.com
CIAMIS, Jabar —
Di tengah kekurangan tenaga guru yang mencapai 4 ribu lebih dalam dunia pendidikan Kabupaten Ciamis akhirnya mendapat motivasi dan harapan terutama Guru Kategori 2, Guru yang audah mengikuti PPG (Pendidikan Profesi Guru) dan Guru yang sudah bermur mulai 35 tahun.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, DR. Asep Saeful Rahmat, S.IP., M.Si saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, tahun 2021 ini Bupati Ciamis DR. H. Herdiat Sunarya sudah mengusulkan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dengan kuota 2.981 orang.

“PPPK (P3K) adalah pegawai ASN yang diangkat dan dipekerjakan dengan perjanjian kontrak sesuai jangka waktu yang ditetapkan. Jadi, jika dalam jangka waktu kontrak yang ditetapkan telah selesai maka masa kerja PPPK bisa berakhir atau diperpanjang sesuai kebutuhan. Berdasarkan penilaian kinerja_ Red.”)

Terkait : Dilema Pendidikan Ciamis Ditengah Pandemi

DR.  Asep  menjelaskan peluang untuk guru P3K yaitu Kategori 2 afirmasi 10 persen, guru non PNS yang berumur mulai 35 tahun afirmasinya 15 persen, dan untuk guru yang sudah mengikuti PPG (Program Pendidikan Profesi Guru) hingga memiliki sertifikat mengajar, afirmasinya 100 persen, artinya khusus guru yang sudah mengikuti PPG dijamin lulus 100 persen.

Kadis terus memotivasi seluruh guru agar ikut seleksi dan mengikuti PPG  apalagi pemerintah daerah kab. Ciamis menyediakan anggaran untuk penyelenggaraan  PPG.

Lebih jauh Dia katakan, dibalik kekurangan guru yang mencapai 4 ribu ini,  jumlah guru PNS Sekolah Dasar dan Menengah (SMP)  sekitar 5.150 orang. Sementara, guru Non PNS yang sudah memiliki memiliki NUPTK hanya sekitar 3.500.

Kadisdik menegaskan, untuk mencegah penyebaran Covid 19 di dunia pendidikan Ciamis, 90 persen tenaga pendidik sudah divaksin, sementara 10 persen tidak vaksin karena faktor kehamilan dan  komorbid seperti  hipertensi, jantung, diametes melitus dan penyakit kronis lainnya yang dinilai rentan berdampak negatif pada kondisi kesehatan saat mengikuti vaksinasi. (**Agus Firman)

News Feed