oleh

Kades Bongas Wetan Tampilkan Wajah Baru Kader Sekaligus Bacaleg Gendre PDIP

Majalengka, — Wajah baru Kader sekaligus Bacaleg Gendre PDIP untuk periode 2024-2029 di dapil 3 Kabupaten Majalengka.

Ketua PKK Eti Rohaeti, sekaligus istri Kades Bongas Wetan mengundang kader PDIP terutama dari keterwakilan perempuan yang akan mendokrak suara PDIP dari dapil 3 kabupaten majalengka, yang meliputi kecamatan Sumberjaya, palasah, leuwimunding, rajagaluh, dan kecamatan Sindangwangi, hadir dalam acara.

Seluruh elemen yang tergabung dalam pemerintahan Desa Bongas dalam rangka membahas program ketahanan pangan yang sedang berjalan yakni, ternak burung puyuh dan ternak lele yang dikelola oleh poktan.

Hadir dalam acara kuwu Bongas wetan beserta jajaran perangkat desa, lembaga desa yang hadir diantaranya BPD, LPM, DKM, kader PKK, KWT, Karang Taruna, RT, RW dan undangan lainnya, bertempat di bale desa Bongas Wetan, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Minggu (11/09/2022).

Mengawali acara Mamat Saripudin Kades Bongas Wetan dalam sambutannya menyampaikan, program yang terserap melalui desa bukan hanya dari DD dan ADD saja, melainkan ada juga dari aspirasi berupa program ternak sapi yang diturunkan dari PDIP pusat yang sedang berjalan.

Menyikapi istrinya dalam pencalonan legislatif untuk periode 2024-2029 Mamat mendukung sepenuhnya, “Karena Bongas Wetan sangat membutuhkan sekali salah seorang wakil rakyat yang bisa menyampaikan segala kebutuhan dan kepentingan warga Bongas Wetan untuk kemajuan dan kesejahteraan warga,” tegas Mamat.

Harapan Mamat niat istrinya untuk tampil menjadi calon anggota legislatif bisa didukung oleh seluruh masyarakat Bongas Wetan.

Eti Rohaeti juga menyampaikan, “Keinginannya untuk tampil wajah baru di dunia politik yang akan dikendarai oleh partai besar PDIP ini, karena sudah ada restu dari suami dan dari orang tua, sehingga membulatkan tekadnya menuju bacaleg periode 2024-2029,” papar Eti.

Selanjutnya Eti juga berharap, “Dukungan dari seluruh warga desa Bongas Wetan untuk menjadi wakil rakyat sebagai penyampai aspirasi dan hak-hak dari kaum perempuan untuk memperjuangakan kaum perempuan,” pungkas Eti.

(Emma)