Kapolda Jabar Bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar Melakukan Rapid Test Terhadap 14.000 Wisatawan Selama Libur Panjang

Kapolda Jabar Bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar Melakukan Rapid Test Terhadap 14.000 Wisatawan Selama Libur Panjang

BINews

Bandung,- Kapolda Jabar Irjen Pol.Drs Rudy Sufahriyadi bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Propinsi Jawa Barat melaksanakan Konferensi Pers di Mapolda Jabar (02/11/2020).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam Kon Persnya bersama Kapolda Jabar dan Pangdam III/Siliwangi, Kajati Jabar, BNPB Jabar mengatakan, ada 15 destinasi kota dan kabupaten,dan ada 14 000 yang di rapid test kemaren. Total yang reaktif ada 408, jadi ada 408 wisatawan yang dalam libur panjang ini    di swab, karena swabnya antri dengan swab yang normal sekarang belum ada hasilnya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil serta Kapolda Jabar Irjen Pol.Drs Rudy Sufahriyadi bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Propinsi Jawa Barat

 ” Kota Depok minggu lalu masuk zona merah dari catatan dan perhitungan komite penanggulangan, kini zona merah pindah ke Kota Bekasi. Namun itu fluktulafif secara umum ini terjdi karena pergerakan dll. Minggu ini kita berikan raport untuk 5 kota, kabupaten yang penanganan nya baik. Di mana penanganannya ada 5 yaitu ada Testing, Trasing, Treatmean, Govenan, Pencegahan serta Tata Kelola dan Hasil,” jelas Emil.

Di sampaikan juga dalam Kon Pers tersebut bahwa saat ini tim Gugus Tugas Kota dan Kabupaten yang penanganan dan kinerjanya baik yaitu Kota Bekasi, Bogor, Cimahi, Kota Bandung dan yg ke lima Kota Cirebon dan ada 7 kota/kab yang kinerjanyamasih di bawah rata rata dalam penanganan Covid-19.

Kemudian dibahas juga kondisi ekonomi Jawa Barat yang mulai membaik, semua indikator, exspornya membaik, daya beli juga membaik, sektor angkutan dan komunikasi  naik 47 persen. Walaupun membaik namun ada sekitar 2000 perusahaan yang terdampak oleh Covid-19, dan hampir 500 perusahaan merumahkan karyawannya.

Dan di jelaskan pula dalam kesempatan tersebut bahwa Jawa Barat sektor manufatur industri nya merupakan yang terbesar se Indonesia, dari 100 persen manufaktur 60 persen adanya di Jawa Barat, yang terdampak Covid -19 yang paling parah yaitu manufaktur dan jasa.

(Yatiman)

Admin BIN