oleh

Kapolres Bangka, Masalah Masyarakat Nelayan Bedukang Dan Tuing Itu Hanya Miss Komunikasi saja.

Buletinindinesianews.com

Sungailiat, Bangka — Selesai acara Rapat Dengar Pendapat dengan para nelayan di Rumah Dinas Bupati masalah KIP yang masuk area tangkapan nelayan di laut Bedukang dan Tuing pada hari Senin (24/08/2021)

Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan SIK  saat ditemui awak media  mengatakan, terkait masalah yang terjadi dengan masyarakat nelayan Bedukang dan Tuing itu hanya miss komunikasi antar sesama nelayan saja, karena disitu mungkin masih ada panitia yang lama yang tidak mencakup dari seluruh keinginan masyarakat nelayan di wilayah itu”, ungkap Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan SIK.

Apa yang disampaikan Bupati Bangka Mulkan SH MH sendiri ingin mengetahui secara detail dan bukti apakah benar nelayan yang ada sekarang ini benar-benar apakah sudah sepakat dan mau menerima keberadaan KIP beroperasi di wilayah tersebut,” terang Widi

“Kapolres Bangka AKBP Widi Heryawan SIK  menerangkan, makanya dengan adanya permasalahan nelayan  di undanglah ke rumah dinas Bupati Bangka ini untuk diluruskan supaya permasalahan ini clear, keinginan nelayan sesuai dengan tujuh point dan ada dua yang  terakomodir apa yang disampaikan dari pihak PT Timah Tbk”,terangnya

Ketika disinggung ada isu sejumlah premanisme di kawasan KIP tersebut, mungkin diantara para nelayan melihat berkaca dari beberapa kejadian tempat lain khususnya pada bongkar muat kemungkinan dikuasai oleh kelompok tertentu.

”Karena itu warga masyarakat nelayan  menginginkan pada saat bongkar muat benar-benar menggunakan tenaga nelayan yang ada di ketiga wilayah tersebut, dan tidak ada lagi pungutan-pungutan oleh kelompok tertentu,” tegas Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan SIK

(Wawan)

News Feed