Kapolres Gelar Expose Kasus Penggandaan Uang dan Pencabulan

Kapolres Gelar Expose Kasus Penggandaan Uang dan Pencabulan

BINews

Banjar, – Polres kota Banjar Jumat ini (30/10) menggelar konferensi pers 3 kasus sekaligus di markas Satreskrim Polres Banjar. Dipimpin langsung Kapolres AKBP Melda Yanny, S.IK,MH didampingi Wakapolres Kompol Lalu Wira Sutriana K, Amd, Kabag Ops Kompol Lasimin dan Kasat reskrim AKP Budi Nuryanto, S.Pd, gelaran expose diungkap didepan awak media.

Tersangka kasus penggandaan uang

Kasus penipuan/penggelapan dengan modus penggandaan uang diungkap jajaran Reskrim berdasarkan pelaporan korban, Eti asal Kelurahan Mekarsari. Pelaku MS (44) mengiming- imingi korban dapat melakukan penggandaan uang dari 55 juta rupiah menjadi 60 milyar rupiah.

“Pelaku baru menjalankan aksinya dan korbannya baru satu orang, Satreskrim berhasil membekuk pelaku pada Kamis 29 Oktober 2020 dirumahnya di Dusun Bangunjaya Desa Sukajaya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis dan dikenakan pasal 378 Jo pasal 372 Jo pasal 64 KUHPidana,” urai Kapolres seraya menambahkan bahwa pelaku langsung diamankan berikut barang bukti yang digunakan dalam menjalankan modus operandinya berupa botol plastik, parfum dan lilin.

Kasus berikutnya adalah kasus pencabulan terhadap anak-anak dibawah umur yang terjadi di kecamatan Langensari. Seorang penjahit yang diduga memiliki kelainan seks, S (53) warga dusun Sukahurip desa Langensari mencabuli anak laki-laki, M (14) warga kelurahan Muktisari kecamatan Langen.

Diterangkan Kapolres, M dicabuli dengan tangan terikat dibelakang pada saat korban hendak menjahit pakaiannya pada 15 November 2019 dan dilaporkan pada 14 Oktober 2020 ke pihak kepolisian.

“korban langsung disekap dikamar dan dicabuli dengan tangan terikat, usai pencabulan tersebut kemudian korban diancam akan dibunuh apabila melaporkan perbuatannya,” ungkapnya.

Akibatnya, korban mengalami trauma dan perbuatan pelaku akan dijatuhi hukuman sesuai pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76E UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Pencabulan dibawah umur juga terjadi di wilayah dusun Purwadadi desa Waringinsari kecamatan Langen. Kali ini korban berjenis kelamin perempuan, L (16) warga Cilacap diiming-imingi akan diberi HP oleh pelaku W (46) yang merupakan kakak ipar korban.

W menjalankan aksi bejatnya saat istrinya sedang bekerja dan sang adik ipar tengah berkunjung ke kontrakannya. Perbuatan mesumnya dilakukan pada 21 Oktober lalu dan kepergok langsung oleh sang istri yang langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Aksi bejat W akhirnya berakhir di balik sel jeruji besi dan dikenakan pasal serupa dengan kasus pencabulan yang dilakukan S.

(Susi)

Admin BIN